Kesehatan

Perusahaan Farmasi Berlomba Garap Vaksin Booster

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 28 Januari 2022
Perusahaan Farmasi Berlomba Garap Vaksin Booster

Omicron menyebar dengan cepat sehingga sulit untuk disusul dengan pengembangan vaksin baru. (Foto: Unsplash/Fadil Fauzi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA perusahaan farmasi telah memulai uji klinis vaksin COVID-19 baru yang menargetkan varian Omicron. Pfizer dan BioNTech berencana untuk menguji perlindungan yang diperoleh dari vaksin baru sebagai suntikan booster dan sebagai tiga suntikan terpisah untuk orang yang belum divaksinasi.

Lebih dari 1.400 orang dewasa diperkirakan akan terdaftar dalam uji coba yang kemungkinan berlangsung di Amerika Serikat. Perusahaan AS Moderna juga berencana untuk segera memulai uji coba suntikan khusus Omicron miliknya. Universitas Oxford dan AstraZeneca juga mulai mengerjakan versi baru vaksin mereka.

Pengembang vaksin telah mengatakan beberapa kali akan mengubah vaksin COVID-19 asli mereka ketika varian baru muncul. Pun kedatangan jenis Omicron yang menyebar cepat dalam dua bulan terakhir telah mempercepat proses itu.

Banyak negara sekarang telah menawarkan booster atau dosis ketiga dari vaksin asli mereka. Telah terbukti memberikan tingkat perlindungan yang baik terhadap penyakit serius dan kematian, bahkan terhadap Omicron. Namun, perlindungan terhadap infeksi dan gejala ringan jauh lebih rendah dan dapat menurun lebih cepat.

Baca Juga:

Dampak Buruk dari Kurang Gizi Saat Hamil

Sangat penting

vaksin
Dosis ketiga terbukti memberikan tingkat perlindungan yang baik, bahkan terhadap Omicron. (Foto: Freepik/Freepik)


"Tetap waspada terhadap virus mengharuskan kami untuk mengidentifikasi pendekatan baru bagi orang-orang untuk mempertahankan tingkat perlindungan yang tinggi. Kami yakin mengembangkan dan menyelidiki vaksin berbasis varian, seperti ini, sangat penting dalam upaya kami mengatasi virus ini," kata Kathrin U. Jansen, wakil presiden senior dan kepala penelitian dan pengembangan vaksin di Pfizer seperti diberitakan BBC.

Prof Ugur Sahin, CEO dan salah satu pendiri BioNTech mengatakan, data baru menunjukkan bahwa perlindungan yang diinduksi vaksin terhadap infeksi dan penyakit ringan hingga sedang, berkurang lebih cepat daripada yang diamati dengan jenis sebelumnya.

"Studi ini adalah bagian dari pendekatan berbasis sains kami untuk mengembangkan vaksin berbasis varian yang mencapai tingkat perlindungan yang sama terhadap Omicron, seperti yang dilakukan dengan varian sebelumnya, tetapi dengan durasi perlindungan yang lebih lama," dia menambahkan.

Perusahaan tersebut mengatakan, mereka berharap untuk memproduksi empat miliar dosis vaksin COVID-19 tahun ini. Jumlah ini akan mencakup dosis vaksin yang diperbarui jika uji coba menunjukkan itu diperlukan.

Dalam uji coba vaksin baru, 615 orang dewasa akan menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech saat ini, diikuti oleh satu atau dua dosis suntikan bertarget Omicron.

Kelompok kedua yang terdiri dari 600 orang yang menerima tiga dosis vaksin saat ini akan mendapatkan vaksin lain atau vaksin Omicron. Akhirnya, sekelompok kecil 200 orang dewasa yang tidak divaksinasi akan menerima tiga dosis suntikan bertarget Omicron baru.

Baca Juga:

Tips Melindungi Diri Ketika ada Orang Rumah Terpapar COVID-19

Penyebaran cepat

vaksin
Banyak negara sekarang menawarkan booster atau dosis ketiga dari vaksin asli mereka. (Foto: Unsplash/Jeremy Bezanger)


Dalam beberapa hari setelah varian Omicron terdeteksi di Afrika Selatan. Produsen vaksin mengatakan versi baru dari vaksin mereka untuk menargetkan varian tersebut dapat siap dalam 100 hari. Namun, masih ada keraguan apakah vaksin yang diperbarui akan lebih baik daripada versi saat ini.

Vaksin-vaksin itu dirancang untuk menargetkan virus asli yang muncul dari Tiongkok. Kabarnya memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap varian Alpha dan Delta.

Dalam beberapa hari terakhir, Prof Andrew Pollard, yang memimpin pengembangan vaksin Oxford-AZ, mengatakan Omicron telah menyebar dengan kecepatan sedemikian rupa, sulit untuk membuat dan menyebarkan vaksin yang diperbarui dengan cukup cepat guna mengatasinya.

Beberapa negara sudah mulai menawarkan dosis booster tambahan. Penelitian terbaru dari Israel menunjukkan bahwa sementara dosis keempat vaksin mRNA meningkatkan antibodi, levelnya tidak cukup tinggi untuk mencegah infeksi Omicron. (aru)

Baca Juga:

Fakta-fakta Egg Freezing

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Lifestyle
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Ramalan shio besok 16 Juni 2026 lengkap. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan 12 shio serta 5 shio paling beruntung hari ini.
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
5 Shio Paling Beruntung Besok 16 Juni 2026, Cek Asmara dan Keuangan Anda!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Ramalan shio besok Minggu, 14 Juni 2026 lengkap untuk 12 shio. Simak peruntungan asmara, karier, keuangan, kesehatan serta 5 shio paling beruntung yang diprediksi banjir hoki
ImanK - Sabtu, 13 Juni 2026
Ramalan Shio Besok 14 Juni 2026: Asmara, Karier, Keuangan, Kesehatan, Siapa yang Paling Beruntung?
Lifestyle
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Ramalan shio besok 13 Juni 2026 lengkap untuk Tikus hingga Babi. Simak prediksi asmara, karier, keuangan, kesehatan, masalah yang muncul dan saran terbaik.
ImanK - Jumat, 12 Juni 2026
Ramalan Shio 13 Juni 2026: Naga Panen Keberuntungan, Ular Waspada Pengeluaran Mendadak
Bagikan