Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Pengamat: Pemerintah Jangan Senang Dulu Kuartal III Anjlok

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 09 Agustus 2021
Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Pengamat: Pemerintah Jangan Senang Dulu Kuartal III Anjlok

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Jumat (6/8/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat ekonomi dari Institute For Development of Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, hal yang wajar petumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tahun ini bisa naik 7 persen, dibandingkan dengan kuartal ke II tahun 2020 lalu.

Sebab pada kuartal II tahun sebelumnya, kegiatan masyarakat diperkecil dengan diberlakukannya aturan dari pemerintah. Karena kala itu, wabah virus corona baru-barunya muncul menghantam Indonesia yang akhirnya pemerintah pengetatan aktivitas warga.

Pemerintah pun memutuskan untuk menghentikan sejumlah sektor yang dapat menumbuhkan ekonomi saat itu. Seperti tempat hiburan, wisata, serta pusat perbelanjaan atau mal.

Baca Juga:

Kuliner Jadi Penyumbang Terbesar PDB Ekonomi Kreatif

"Kuartal ke II kemarin wajar tumbuh tinggi 7 persen. Karena di kuartal ke II tahun 2020 lalu kan anjlok sekali ya -5,3 persen jadi ada sedikit pemulihan saja langsung positif tinggi. Ini disebut low base effect," ujar Bhima saat dikonfirmasi Merahputih.com, Senin (9/8).

Bhima juga bilang, penggunaan data pertumbuhan 7 persen ini untuk menyakinkan masyarakat bahwa ekonomi sudah pulih, padahal itu cuma bersifat sementara atau temporer. Pasalnya, Bhima menyatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal ke III anjlok lagi.

Terlebih pada kuartal ke II atau bulan April, Mei dan Juni kemarin pemerintah belum menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sehingga adanya aktivitas warga yang menyusul daya beli tinggi.

"Pada kuartal ke II juga harus diakui ada pemulihan yang semu, misalnya Indeks Keyakinan Konsumen naik menjadi 107,4 menunjukkan masyarakat mulai optimistis berbelanja. Waktu itu mobilitas sudah mulai tinggi, meski belum seperti pra pandemi," paparnya.

Warga melintas di depan rumah makan di Terminal Kalideres, Jakarta, Sabtu (7/8/2021), saat kebijakan PPKM level empat. FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Warga melintas di depan rumah makan di Terminal Kalideres, Jakarta, Sabtu (7/8/2021), saat kebijakan PPKM level empat. FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Di kuartal II pula, dengan adanya larangan mudik oleh pemerintah, masyarakat tetap nekat pulang ke kampung halaman. Berimbas pada sektor transportasi baik laut, udara dan darat alami kenaikan yang cukup baik.

Pertumbuhan 7 persen juga terbantu dengan adanya tunjangan hari raya (THR) Idulfirti 2021 yang dibayar secara penuh, berbeda dengan tahun lalu yang dilunasi dengan dicicil.

Menurut dia, THR berperan penting mendorong masyarakat belanja khususnya menopang sektor makanan minuman atau pembelian di restoran. Pada bulan Ramadan dan Lebaran, daya beli masyarakat sempat pulih.

"Kemudian sektor industri manufaktur juga bagus ya pemulihan di kuartal ke II, PMI manufaktur sempat 53 atau ada di atas angka 50 yang menandakan industri mulai ekspansi lagi. Dari sisi ekspor dan investasi mulai rebound," ucapnya.

Bhima menilai, Indonesia berhasil keluar satu kuartal dari resesi, tapi proyeksi pertumbuhan ekonomi kembali minus di kuartal ke III 2021 karena adanya lonjakan kasus COVID-19 dengan diberlakukannya PPKM Level 4.

Baca Juga:

Cegah Kondisi Memburuk, Vaksinasi di Pusat Kegiatan Ekonomi Dipercepat

Untuk itu, Bhima meminta, pemerintah jangan keburu senang dulu pasalnya pemulihan semu satu kuartal. Konsumsi rumah tangga bisa melemah lagi, dan motor dari investasi juga terpengaruh dengan adanya PPKM. Realisasi investasi bakal juga tertunda, investor pun menahan dahulu pembelian dana hingga kasus harian turun signifikan dengan pelonggaran mobilitas dilakukan.

"Yang terpenting sekarang pemerintah fokus antisipasi kuartal ke III dan kuartal ke IV agar ekonomi bisa selamat dari resesi dan tumbuh positif satu tahun penuh," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Kapolri Perintahkan Anggotanya Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

#COVID-19 #Pertumbuhan Ekonomi #INDEF
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, berharap pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto, tegaskan pertumbuhan ekonomi.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 melanjutkan keberhasilan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Indonesia
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Pemprov DKI juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Bagikan