Pertahankan Enzo, TNI Harus Siap Tanggung Resikonya

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 14 Agustus 2019
Pertahankan Enzo, TNI Harus Siap Tanggung Resikonya

Taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Indonesia-Prancis, Enzo Zenz Allie. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto memberikan tanggapan terkait keputusan TNI AD yang mempertanahkan Enzo Allie sebagai taruna Akademi Militer.

Soleman mempersilakan TNI AD tetap pada keputusannya untuk tidak memecat Enzo yang diduga terpapar paham radikalisme harus siap dengan menanggung berbagai risikonya.

Baca Juga: Pertahanan Enzo, KSAD Sampai Bocorkan Hasil Tes Akmil

"Untuk masuk kan ada standart operating procedure, untuk alat tes, khususnya tes untuk mental ideologi," ucap Soleman di Jakarta, Selasa (13/8)

Dalam tes mental ideologi, menurut dia, ada berbagai aspek pertanyaan yang seluruhnya harus dinyatakan memenuhi syarat agar bisa lulus.

"Yang paling berat adalah tidak memenuhi syarat, hanya karena apa? Keterpengaruhan. Nah, mau lihat dari mana seseorang terpengaruh?" ujarnya dilansir Antara

Keterpengaruhan seseorang dengan sesuatu, apakah paham kiri, kanan, dan sebagainya, kata dia, bisa dilihat, antara lain cara berpakaian, memakai topi, dan sebagainya.

"Untuk kasus Enzo, bagaimana keluarganya di rumah, dengan gambar-gambar, saya gunakan gambar yang di medsos, ya. Bagaimana menggunakan hiking dengan bendera. Bagi saya itu bentuk keterpengaruhan," ujarnya.

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Laksda TNI Purn Soleman B Ponto. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Laksda TNI Purn Soleman B Ponto. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Semestinya, kata Soleman, Enzo tidak memenuhi syarat karena ada unsur keterpengaruhan, apalagi taruna TNI yang mensyaratkan betul-betul harus murni dari pengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Baca Juga: TNI AD Pertahankan Enzo Allie yang Sempat Diterpa Isu Terpapar HTI

"Jadi, terpengaruh itu bagi kita, militer, tidak boleh. Dia tidak boleh ada pengaruh ketika tes, apalagi tes awal. Betul-betul harus murni dia. Kalau ada pengaruh, ya sudah tidak lulus, tidak memenuhi syarat," katanya.

Ketika Enzo lolos seleksi, kata dia, artinya dari aspek perekrutan ada persyaratan yang dilanggar, sebab sudah menjadi standar penilaian dalam seleksi TNI, termasuk di BAIS.

Apalagi, kata dia, penelitian khusus (litsus) mental ideologi itu sudah bertahun-tahun digunakan dalam rekrutmen TNI, apalagi taruna yang menerapkan zero tolerance.

"Jadi, orang itu betul-betul tidak ada pengaruh ketika dites. Ketika itu ada pengaruh, ya terserah pengambil keputusan. Dia sudah mengambil, ya terserah, dengan segala macam risikonya," kata Soleman.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan, TNI AD memutuskan untuk mempertahankan Taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Indonesia-Prancis, Enzo Zenz Allie.

Jenderal Andika menyebutkan pihaknya sudah melakukan pengukuran terkait indeks moderasi bernegara Enzo Zenz Allie. Hasilnya, Enzo memiliki indeks moderasi bernegara yang cukup baik.

Enzo sempat menarik perhatian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan videonya viral di media sosial, setelah diajak berbicara bahasa Prancis oleh Panglima.

Baca Juga: Panglima TNI Pastikan Enzo Zenz Allie Penuhi Syarat Jadi Prajurit TNI

Enzo diketahui memang fasih berbicara empat bahasa yaitu Bahasa Prancis, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Dia lahir di Prancis, tapi pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun setelah ayahnya meninggal dunia dan memiliki status WNI.

Namun, dia diduga terpapar gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang diketahui dari salinan gambar di media sosial Facebooknya. (*)

#TNI AD #Jenderal Andika Perkasa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Kabar duka, mantan KSAD Subagyo HS meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta sore ini. Simak profil dan rekam jejak Jenderal Baret Merah era 3 presiden ini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Oktober 2026
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Indonesia
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Keberadaan kodam-kodam baru ini juga diharapkan dapat lebih mempermudah TNI AD mengirim bantuan kepada warga jika terjadi bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Indonesia
Jembatan Gantung Pangandaran Buatan Kodim Putus Saat Peresmian, TNI AD: Batas Kapasitas Diabaikan
TNI AD pastikan struktur utama Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran utuh, kini jembatan ditutup untuk perbaikan.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Jembatan Gantung Pangandaran Buatan Kodim Putus Saat Peresmian, TNI AD: Batas Kapasitas Diabaikan
Indonesia
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi mengubah wajah pertahanan maritim TNI AL. Bukan sekadar kapal bekas, ini adalah pusat komando bergerak untuk menjaga kedaulatan dan ujung tombak operasi kemanusiaan Indonesia
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Indonesia
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
KKB Kodap III Ndugama culik 11 perempuan di Jila, Mimika. Dua orang jadi korban penembakan dan sembilan lainnya masih disandera
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
Indonesia
TNI AD Ingatkan Publik Jangan Berspekulasi Liar Soal Ledakan Gudang Amunisi Madiun
NI AD minta publik tidak berspekulasi terkait ledakan gudang amunisi Madiun. Tim investigasi profesional dari Jakarta sudah dibentuk untuk menyelidiki penyebab insiden.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
TNI AD Ingatkan Publik Jangan Berspekulasi Liar Soal Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Indonesia
TNI AD Kirim Tim Khusus dari Jakarta Investigasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
TNI AD bentuk tim investigasi profesional dari Jakarta untuk menyelidiki ledakan gudang amunisi Puspalad Madiun. 1 prajurit gugur, 6 luka. Korban dirawat di RSUD Caruban.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
TNI AD Kirim Tim Khusus dari Jakarta Investigasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Indonesia
Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Saat Proses Pemeriksaan dan Perawatan
Ledakan gudang amunisi Puspalad Madiun terjadi saat inspeksi rutin. Satu prajurit gugur, empat luka berat, dua luka ringan.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Saat Proses Pemeriksaan dan Perawatan
Indonesia
TNI AD Buka Suara Kondisi Terkini Ledakan Madiun: 4 Prajurit Luka Berat, 2 Luka Ringan
TNI AD buka suara terkait ledakan gudang munisi di Madiun. Satu prajurit gugur, empat luka berat, dua luka ringan. Korban dirawat di RSUD Caruban, penyebab masih diinvestigasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
TNI AD Buka Suara Kondisi Terkini Ledakan Madiun: 4 Prajurit Luka Berat, 2 Luka Ringan
Indonesia
450 Prajurit Satuan Tempur Asal Aceh Dikirim ke Boven Digoel Papua
Prajurit juga bakal menerapkan keterampilan di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
450 Prajurit Satuan Tempur Asal Aceh Dikirim ke Boven Digoel Papua
Bagikan