MerahPutih.com - TNI AD mengingatkan publik agar jangan terburu-buru membuat spekulasi liar terkait penyebab ledakan yang terjadi Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7) pagi tadi.
Baca juga:
Gudang Amunisi TNI Madiun Meledak Saat Proses Pemeriksaan dan Perawatan
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) TNI Brigjen Donny Pramon menegaskan TNI AD telah membentuk dan mengirimkan tim investigasi dari Jakarta. Untuk itu, semua pihak diminta untuk menunggu hasil resmi setelah tim investigasi selesai bertugas.
Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,
Kadispenad TNI Brigjen Donny Pramon
Ledakan Terjadi Saat Inspeksi Perawatan Amunisi
TNI AD membenarkan ledakan di salah satu gudang area Gupusmu II Puspalad Madiun itu terjadi saat proses inspeksi perawatan rutin, sehingga prajurit yang sedang bertugas menjadi korban. Akibatnya, 1 prajurit gugur, 4 orang ruka berat, dan lainnya luka ringan
Laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiel munisi di salah satu gudang penyimpanan,
Kadispenad TNI Brigjen Donny Pramon.
Donny menegaskan pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan sudah melalui prosedur-prosedur yang sudah dijalankan, mulai dari prosedur tetap, briefing awal, sampai pelaksanaan, dilakukan sebagaimana aturan yang berlaku.
Baca juga:
Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 7 Prajurit TNI Dilaporkan Terluka, 1 Gugur
Namun, Kadispenad belum mau merinci jenis amunisi apa saja yang meledak. Menurut dia, daftarnya baru akan diketahui secara rinci setelah hasil investigasi dilakukan.
Anggota Tim Investigasi Pakar Peralatan Angkatan Darat
Jenderal bintang satu itu menambahkan tim investigasi yang dibentuk TNI AD terdiri dari pakar yang memang ahli di bidang Pusat Peralatan Angkatan Darat.
"Sudah dibentuk oleh TNI Angkatan Darat, di mana tim investigasi ini tim investigasi yang profesional yang memang menangani bidang ini dari Pusat Peralatan Angkatan Darat," tandasnya. (*)

