MENUNGGU momen kelahiran sang buah hati, segala persiapan yang dibutuhkan harus rampung. Perabotan bayi, pakaian, makanan, dan persoalan kesehatan. Persiapan seperti itu bisa membuat mental si ibu menjadi lebih kuat.
Pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua juga akan memberikan efek yang baik pada sang buah hati. Terlebih, pertama kalinya memiliki anak. Risiko yang akan terjadi sangatlah banyak. Dilansir Alodokter, berikut ini merahputih.com catat beberapa persiapan yang harus dilakukan jelang kelahiran si kecil.
Baca Juga:
1. Lakukan vaksinasi
Diperlukan vaksin untuk pembentukan antibodi ibu hamil. Guna melindungi tubuh dari serangan bakteri atau virus. Meski begitu, tak semua vaksin berdampak baik untuk janin. Penting untuk mengetahui vaksin mana saja yang harus dilakukan, mana yang diabaikan.
Vaksin influenza, vaksin hepatitis B, dan vaksin DPT yang perlu dilakukan saat kehamilan. Vaksin influenza mampu cegah komplikasi flu yang lumrah terjadi saat musim pancaroba. Vaksin ini juga mengurangi risiko persalinan prematur. Berbeda dengan vaksin hepatitis B dan DPT. Pemberian vaksin hepatitis B hanya untuk ibu hamil yang berganti pasangan seksual selama enam bulan terakhir. Untuk menghindari penyakit difteri, pertusis atau batuk rejan dan tetanus melalui vaksin DPT.
2. Jaga kesehatan gigi dan gusi
Meski sulit terhindarkan, ibu hamil perlu rutin memastikan kesehatan gigi dan gusi. Pembengkakan akibat perubahan hormon ini mempelancar aliran darah sehingga gusi lebih rentan terinfeksi. Perhatikan cara menggosok gigi sehari-harinya. Jangan terlalu cepat dan kasar. Gunakan benang gigi atau dental floss. Bisa juga berkumur dengan air garam atau campuran baking soda.
Hindari merokok, mengonsumsi makanan atau minuman terlalu manis dan beralkohol. Penumpukkan karang gigi ini dikarenakan pola hidup ibu hamil yang tidak sehat. Dampaknya, merugikan ibu dan kandungan.
Baca Juga:
Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Kepala Bayi Sering Berkeringat
3. Rutin berolahraga
Berolahraga jadi aktivitas rutin yang dilakukan kebanyakan ibu hamil jelang persalinan. Biasanya dilakukan 20-30 menit setiap hari. Beberapa penelitian membuktikan tubuh yang aktif menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini sebagai pendukung tumbuh kembang otak janin.
Selain menyehatkan, juga mengurangi penambahan berat badan berlebih. Timbangan yang terlalu berat dapat memicu kelahiran prematur. Untuk itu, pastikan penambahan berat badan bunda masih dalam batas normal. Ukuran tubuh yang di bawah normal, direkomendasikan menambah 13 sampai 18 kilogram. Tubuh yang normal, diharapkan tidak melebihi 15 kilogram. Terakhir, bagi ibu hamil dengan berat badan kelebihan disarankan untuk menambah 11 kilogram saja.
4. Asuransikan persalinan
Persiapan yang perlu dilakukan adalah mengansuransikan persalinanmu. Asuransi ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi. Melalui asuransi, proses persalinan dijamin secara finansial.
Tak hanya ibu, asuransi calon anak juga diberikan. Persiapan jika bayi yang baru lahir memerlukan penanganan intensif. Penanganan intensif di NICU membutuhkan biaya yang mahal. Meski merasa berkecukupan, tak ada salahnya mendaftarkan si kecil pada asuransi. Selain mengurangi beban pikiran, pihak asuransi akan menanggung seluruh biayanya. (Dys)
Baca Juga: