Perpanjangan Stimulus Listrik hingga Akhir 2021 Dinilai Tepat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 30 Juli 2021
Perpanjangan Stimulus Listrik hingga Akhir 2021 Dinilai Tepat

Para pembicara dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang dilakukan secara daring, Kamis (29/7/2021). ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perpanjangan stimulus ketenagalistrikan oleh pemerintah hingga akhir 2021 dinilai akan membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 saat ini.

"Kebijakan yang diambil pemerintah ini baik. Dalam situasi seperti sekarang ini, pemerintah turun tangan, dalam hal ini untuk subsidi listrik, tentu pemerintah memberikan penugasan kepada PT PLN (Persero). Jadi, ini hal yang baik untuk pelanggan 450 VA sampai 900 VA, rumah tangga, industri, bisnis, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), karena kalau tidak diberikan (stimulus), akan ambruk," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (30/7).

Namun ia mengingatkan PLN agar membuat data pelanggan, yang menunjukkan adanya perubahan ekonominya setelah mendapatkan bantuan stimulus listrik tersebut.

Baca Juga:

Pasok Listrik di Rusun Isolasi COVID-19 Nagrak, PLN Siagakan Daya 7 Juta VA

"PLN bisa membuat data dari kelompok masyarakat yang dibantu itu, apakah mereka meningkat atau tidak ekonominya, atau paling tidak bisa survive. Jadi, data ini bisa menunjukkan mana yang bertahan, mana yang berkembang. Dengan demikian, PLN punya data yang bisa dipakai oleh regulator yang menunjukkan kalau stimulus ini memang menolong masyarakat," ujarnya.

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bantuan stimulus ketenagalistrikan untuk masyarakat dan pelaku usaha tertentu hingga Desember 2021.

Bantuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional sekaligus wujud kehadiran negara dalam meringankan beban masyarakat akibat pandemi COVID-19.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari mengatakan, pemerintah memberikan bantuan sosial tambahan berupa perpanjangan stimulus ketenagalistrikan dalam rangka meringankan beban masyarakat terdampak pandemi termasuk saat penerapan PPKM.

Bantuan sosial ketenagalistrikan tersebut meliputi diskon tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, pelanggan bisnis kecil 450 VA, dan pelanggan industri kecil 450 VA; pembebasan biaya beban atau abonemen 50 persen; serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum 50 persen kepada pelanggan sosial, bisnis, industri, dan pelanggan khusus PT PLN (Persero) sampai Desember 2021.

"Perpanjangan stimulus ketenagalistrikan ini diberikan sebagai wujud kehadiran pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi," ujarnya.

Listrik PLN. (Foto: Antara)
Listrik PLN. (Foto: Antara)

Total anggaran stimulus ketenagalistrikan selama 2021 yang akan diberikan pemerintah diperkirakan Rp 11,72 triliun, terdiri atas diskon tarif tenaga listrik Rp 9,46 triliun dan pembebasan rekening minimum dan biaya beban Rp 2,26 triliun.

Sebanyak 32,6 juta pelanggan akan memperoleh diskon listrik dengan skema diskon 50 persen untuk pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri 450 VA, diskon 25 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi, serta ada 1,14 juta pelanggan bisnis, industri, dan sosial mendapatkan keringanan bantuan rekening minimum atau biaya beban 50 persen.

Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Bob Saril menambahkan, pihaknya siap menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah untuk memperpanjang stimulus ketenagalistrikan bagi pelanggan tertentu.

"Kami siap melaksanakan penugasan dari pemerintah sebagaimana yang sebelumnya sudah kami lakukan. PLN sudah melakukan penyaluran listrik program stimulus kepada 31,94 juta pelanggan untuk periode Januari sampai Juli 2021, dengan nilai Rp 7,2 triliun," ujarnya.

Baca Juga:

PLN Salurkan 1,2 Juta VA Listrik ke RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede

Bob menambahkan awal Juli 2021 telah ditetapkan perpanjangan program stimulus keringanan pembayaran listrik untuk triwulan III 2021 senilai Rp2,51 triliun, dengan besaran diskon yang diberikan kepada masyarakat sama seperti triwulan II 2021, yaitu untuk konsumen R1/I1/B1 450 VA besaran stimulusnya sebesar 50 persen, konsumen R1 900 VA sebesar 25 persen, dan program relaksasi sosial, bisnis, dan industri 50 persen.

"Jumlah penerima bantuan periode Juli hingga Desember 2021 mengalami kenaikan, pertama tentu karena adanya penambahan pelanggan dari daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan) yang memang disubsidi, kemudian ada juga pelanggan golongan tidak mampu yang datanya masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), data hasil pendataan terakhir yang sudah disetujui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan disetujui Kementerian Sosial. Semua itu, kita masukkan juga kepada pelanggan yang mendapat subsidi," jelas Bob. (*)

Baca Juga:

Sepanjang Kamis, Kalimantan Timur dan Selatan Tidak Dapat Pasokan Listrik

#Listrik Gratis #PLN
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Anak Usaha PLN Bakal Dirampingkan Dari 44 Entitas Jadi 23 Entitas
Pembahasan juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan yang terjadi di Sumatera.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Anak Usaha PLN Bakal Dirampingkan Dari 44 Entitas Jadi 23 Entitas
Indonesia
Blackout Sumatera Beri Pukulan Telak, DPR Desak PLN Bereskan Skema Ganti Rugi untuk Pelanggan
Pemadaman total sejak Jumat (22/5) malam itu memukul telak sektor rumah tangga dan pelaku UMKM.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Blackout Sumatera Beri Pukulan Telak, DPR Desak PLN Bereskan Skema Ganti Rugi untuk Pelanggan
Indonesia
Blackout di Sumatra, Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total meski tak Ada Sabotase
Berbagai sektor usaha, pekerjaan, hingga layanan publik disebut ikut terdampak akibat padamnya aliran listrik di sejumlah daerah. 

Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Blackout di Sumatra, Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total meski tak Ada Sabotase
Indonesia
Polisi Salahkan Cuaca Buruk sebagai Penyebab Mati Listrik di Sumatra
Gangguan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatra dan memicu ketidakstabilan frekuensi serta tegangan listrik.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Polisi Salahkan Cuaca Buruk sebagai Penyebab Mati Listrik di Sumatra
Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
Blackout Sumatra, Bareskrim Perkirakan karena Gesekan Kabel Kena Angin dan Panas
Ada tiga kemungkinan penyebab teknis yang sedang didalami tim Puslabfor Polri terkait dengan putusnya kabel tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Blackout Sumatra, Bareskrim Perkirakan karena Gesekan Kabel Kena Angin dan Panas
Indonesia
Polisi Selidiki Mati Listrik Massal di Sumatra, Gangguan Diduga Berawal dari Jambi
Bareskrim Polri menyelidiki insiden mati listrik massal di Sumatra. Gangguan itu diduga berawal dari Jambi.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Polisi Selidiki Mati Listrik Massal di Sumatra, Gangguan Diduga Berawal dari Jambi
Indonesia
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Pemadaman listrik massal di Sumatra telah berdampak pada 13,1 juta orang. Kementerian ESDM dan PLN pun sedang mengusut kasus tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Indonesia
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Pemadaman listrik massal terjadi di beberapa kota Sumatra, Jumat (22/5). PLN pun mengungkapkan penyebabnya.
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
PLN Klaim 100 Persen Listrik di Jakarta sudah Pulih setelah Padam Siang Tadi
Sebanyak 95 persen listrik sudah pulih pada 12.23 WIB siang tadi, sekitar 5 persen sisanya baru kembali pulih pada pukul 15.05 WIB.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
PLN Klaim 100 Persen Listrik di Jakarta sudah Pulih setelah Padam Siang Tadi
Bagikan