Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pernyataan the Fed Membingungkan, IHSG Kembali Tertekan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 25 September 2015
Pernyataan the Fed Membingungkan, IHSG Kembali Tertekan

Seorang karyawan melintasi monitor pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (28/7). (Foto Antara/Fanny Kusumawardhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Bisnis-Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pernyataan Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve atau the Fed) Janet Yellen terkait suku bunga acuan membingungkan pasar. Akibatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan.

"Pidato Janet Yellen masih membingungkan pasar, itu salah satu faktor penurunan IHSG," kata Direktur Pengawasan BEI Hamdi Hassyarbini di Jakarta, Jumat (25/9) seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, setelah pertemuan 17 September, the Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga pertama sejak krisis keuangan 2008. Keputusan ini dilatarbelakangi kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan di Tiongkok dan pelarian modal dari pasar negara-negara berkembang. Namun, pada Kamis (24/9) waktu setempat, Yellen menyatakan the Fed masih berharap untuk meningkatkan suku bunga pada tahun ini. 

Kondisi nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tren penurunan terhadap dolar AS menambah kekhawatiran pelaku pasar saham di dalam negeri. Komponen biaya dolar AS bagi perusahaan di Indonesia yang masih cukup besar dikhawatirkan akan memperlambat kinerja emiten ke depannya.

"Terdepresiasinya rupiah, otomatis akan mempengaruhi kinerja emiten," ucapnya. 

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan regulator mengeluarkan kebijakan untuk menahan penurunan IHSG lebih dalam, seperti membeli kembali atau buyback saham tanpa RUPS. (Luh)

Baca Juga: 

  1. Rupiah Ditutup Keok Rp14.695 per Dolar AS
  2. IHSG Terseret ke Zona Merah
  3. Akhir Pekan Rupiah Dibuka Anjlok Rp14.703 per Dolar AS
  4. Pemerintah Setop Impor Barang Mewah
  5. Harga Minyak Dunia Berbalik Arah
#Suku Bunga Acuan #Federal Reserve #Janet Yellen #Bursa Efek Indonesia (BEI) #IHSG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Kenaikan harga minyak mentah dan aset emas di pasar internasional menjadi pemicu utama gairah transaksi para pemodal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indonesia
BI Putusan Suku Bunga Acuan Tetap di Level 5,75, Perkuat Stabilitas Rupiah
Keputusan terkait BI-Rate dan sejumlah kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
BI Putusan Suku Bunga Acuan Tetap di Level 5,75, Perkuat Stabilitas Rupiah
Indonesia
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Pada saat bersamaan, DPR RI bersama pemerintah mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna menarik dana family office global
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Indonesia
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Ancaman eskalasi konflik Amerika Serikat kontra Iran memperkeruh stabilitas harga minyak mentah dunia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Penguatan tajam pergerakan indeks melengkapi gairah pasar uang setelah mata uang Garuda turut bergerak menguat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Indonesia
IHSG Menguat Pagi Ini Akibat Guyuran Aksi Beli Asing, Investor Bersiap Panen Cuan
Panggung investasi global turut mencermati rilis kinerja keuangan korporasi raksasa penyedia infrastruktur kecerdasan buatan atau AI
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
IHSG Menguat Pagi Ini Akibat Guyuran Aksi Beli Asing, Investor Bersiap Panen Cuan
Indonesia
IHSG Mengamuk Naik 1,10 Persen Hari Ini, Saham Perbankan Big Caps Jadi Mesin Pencetak Cuan
Berbagai bursa utama kawasan Asia justru menderita koreksi tajam hingga beberapa persen pada waktu bersamaan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Juli 2026
IHSG Mengamuk Naik 1,10 Persen Hari Ini, Saham Perbankan Big Caps Jadi Mesin Pencetak Cuan
Indonesia
Aturan Baru MSCI Siap Jegal Saham Gorengan, Bakal Pengaruhi Aliran Dana Asing di Bursa Efek
Emiten berkategori EPI namun memiliki rasio FIF tinggi mendapatkan perlakuan istimewa sehingga tetap berpeluang masuk ke dalam radar indeks utama
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Juli 2026
Aturan Baru MSCI Siap Jegal Saham Gorengan, Bakal Pengaruhi Aliran Dana Asing di Bursa Efek
Indonesia
IHSG Hari Ini Terancam Longsor Akibat Aksi Ambil Untung,Kenaikan Suku Bunga The Fed Intai Pasar Obligasi
Selain itu, blokade Selat Hormuz oleh kelompok Houthi Yaman memperparah jalur logistik minyak mentah global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 Juli 2026
IHSG Hari Ini Terancam Longsor Akibat Aksi Ambil Untung,Kenaikan Suku Bunga The Fed Intai Pasar Obligasi
Bagikan