Headline

Perluasan Ganjil Genap Ancam Matikan Pedagang di Pasar Glodok

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 31 Agustus 2019
  Perluasan Ganjil Genap Ancam Matikan Pedagang di Pasar Glodok

Deklarasi warga Glodok tolak perluasan ganjil genap (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ratusan warga dan pedagang dari Gunung Sahari-Hayam Wuruk-Gajah Mada dan Mangga Dua merasa keberatan dengan penerapan sistem ganjil genap di kawasan tersebut.

Para pedagang dan warga beranggapan, kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu menyengsarakam mereka.

Baca Juga:

Anies Dikritik, Penghapusan Ganjil-Genap Saat Weekend Ganggu Wisatawan

Acara Deklarasi diadakan warga di Pasar Hayam Wuruk Indah (HWI) Lindeteves, kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (30/8) malam.

Ketua Koperasi Pasar (Koppas) HWI Lindeteves, Chandra Suwono mengatakan, penerapan ganjil genap di kawasan Hayam Wuruk hingga Glodok sebetulnya tak tepat jika alasannya karena di kawasan itu sering macet.

Warga Glodok tolak perluasan ganjil genap di kawasan tersebut
Warga Glodok tolak perluasan ganjil genap di kawasan tersebut (MP/Kanu)

"Gunung Sari itu dari Glodok dari Ancol sampai dengan Pasar Senen itu kira-kira jaraknya 2 kometer itu ada 7 traffic light. Nah itulah sumber kemacetan sebetulnya. Karena setiap traffic light itu persimpangannya bukan hanya empat bahkan 8. Menunggu trafiknya terlalu lama maka terjadi penumpukan, jadi tumpukan-tumpukan belakang ini kalau ini dilihat secara harfiah kayak macet tapi sebetulnya gak,"kata Chandra.

Chandra beranggapan solusi paling bijak adalah dengan membuat fly over di sana.

"Solusinya untuk jalan Gunung Sahari saya pikir Pak Gubernur Anies Baswedan harus respon ini, solusinya itu fly over. Seperti di jembatan dua dan Jembatan Tiga," jelas Chandra.

Chandra beranggapan, yang seharusnya dibatasi adalah sepeda motor. Karena menghasilkan emisi yang lebih besar.

"Sekarang pembakaran mobil itu hampir mendekati zero emission. Maaf ya kontribusi sepeda motor untuk emis itu luar biasa,"ungkap Chandra.

Sementara itu, pedagang Glodok lainnya, Eka mengaku kondisi pasar antik itu sekarang jauh lebih sepi. Apalagi ditambah dengan perluasan ganjil genap.

"Dengan berkurangnya income yang dikawatirkan adalah dampaknya akan menjadi dampak domino kemana-mana. Kami operational jalan terus gaji karyawan jalan terus. Itu kan menjadi dampak yang sangat tidak menguntungkan bagi kami semua bukan hanya pedagang," sesal Eka.

Warga Glodok tolak ganjil genap
Warga Glodok tolak pemberlakuan ganjil genap di kawasan tersebut (MP/Kanu)

"Dampaknya dagangan sudah 2 minggu sepi, penurunan omset saat uji coba ini menurun hingga 50 persen," tambah Eka.

Eka juga mendesak, perluasan ganjil genap dibatalkan saja.

"Kalau bisa dibatalkan itu lebih baik tapi kalau tidak bisa diundur dulu biar kita mencari solusi yang lebih baik lebih bijak," harap dia.

Tokoh masyarakat Tionghoa, Lieus Sungkharisma menilai, seharusnya waega digallakan untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya.

Baca Juga:

Kenali Fitur Mengatur Rute Ganjil Genap di Google Maps

Hal itu,lanjut Lieus, lebih efektif keimbang memperluas ganjil genap.

"Jadi Wagiman itu warga gila taman atau warga gila tanaman. Saya lihat pedagang, warga di sini toko-toko itu udah mulai naruh pot, masang pohon, asri itu. Ini kalau kita semua serempak dasyat itu. Jadi kalau gak ada lahan buat tanah pohon bisa di pot. Kalau lahan kosong dihijaukan," harap Lieus.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas wilayah ganjil genap di Jakarta, dan akan diterapkan pada tanggal 9 September mendatang. Sebelumnya, Dishub akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu selama satu bulan, mulai Agustus hingga 8 September 2019.

Waktu penerapan kebijakan ganjil genap sendiri tetap dibagi dua, pada hari Senin hingga Jumat, yaitu pada pukul 06.00–10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Sementara itu, ruas jalan ganjil genap diperluas menjadi 25 ruas jalan.(Knu)

Baca Juga:

Dishub DKI Pastikan Poster Pelaksanaan Perluasan Ganjil Genap di Jakarta Hoaks

#Lieus Sungkharisma #Sistem Ganjil-Genap #Pemprov DKI #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Berita Foto
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Bus Transjakarta memasuki Halte TB Simatupang kawasan Cilantak, Jakart Selatan, Selasa (28/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 28 Juli 2026
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Indonesia
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Suharini Eliawati menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan manfaat langsung bagi warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Indonesia
Daftar Infrastruktur Baru di DKI Jakarta yang Bakal Diresmikan Sambut HUT ke-499
Ketua Panitia HUT ke-499 Kota Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan perayaan tahun ini menandai langkah konkret transisi kota menjelang usia lima abad
Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Juni 2026
Daftar Infrastruktur Baru di DKI Jakarta yang Bakal Diresmikan Sambut HUT ke-499
Indonesia
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Pramono membawa suara kawasan ESEAO ke panggung internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Bagikan