Kesehatan Mental

Perlu Tahu nih, 5 Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 18 Mei 2021
Perlu Tahu nih, 5 Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan

Teh hijau memiliki berbagi manfaat bagi kesehatan jika rutin dikonsumsi. (foto pixabay appledeng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KHASIAT teh hijau bagi kesehatan sudah dipercaya sejak dulu. Bahkan teh ini digadang-gadang sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia, dan diyakini dapat mencegah berbagi penyakit. Selain itu, masih banyak lagi manfaat yang diperoleh jika kamu rutin minum teh hijau. Tentunya tanpa tambahan gula.


Jepang dan Tiongkok sudah sejak dulu menggunakan teh hijau ini untuk pengobatan sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Teh ini berasal dari daun tumbuhan Camellia sinensis. Proses pembuatan teh ini juga lebih singkat ketimbang jenis teh lainnya. Akibatnya, kandungan nutrisi dan antioksidan dalam daun masih terjaga.

BACA JUGA:

Manfaat Teh Hijau untuk Detox, Fakta atau Hanya Mitos?

Seperti dilansir Alodokter, dalam setiap 100 gram teh hijau, terkandung beragam nutrisi, seperti 1 kkal energi, 0,2 gram protein, 1 miligram magnesium, 8 miligram kalium, dan 12 miligram kafein. Teh ini kaya akan kandungan antioksidan yang bermanfaat melawan redikal bebas yang masuk ke tubuh.


Paparan radikal bebas yang berlebihan mengakibatkan rusaknya sel-sel tubuh sehingga mempercepat penuaan dan penyakit berbahaya seperti kanker. Terlebih jika kamu menkonsumsi secukupnya secara rutin, teh hijau dapat memberikan berbagi manfaat kesehatan.

1. Mencegah risiko penyakit jantung

teh hijau
Teh hijau dapat mencegah penyekit jantung dan stroke.(foto pexels freestock.prg)


Penyakit kardiovaskular, masuk kategori penyakit jantung dan stroke. Jenis penyakit itu merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu studi menemukan konsumsi teh hijau dapat menurunakn kolesterol secara total dan kolesterol jahat (LDL). Selain itu, teh ini juga mengandung asam fenolik yang dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

2. Manghambat pertumbuhan sel kanker

tehhijau
Teh hijau dipercaya dapat menghambat pertumbuhan kanker. (foto unsplash Angiola Harry)

Senyawa lain yang terkandung dalam teh hijau, Polifenol. Kandungan ini merupakan salah satu antioksidan yang dipercaya dapat mengahambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, seperti kanker payudara, kanker kulit, kanker paru-paru, dan kanker lambung. Namun, efektivitas teh ini terhadap sel kanker tetap masih diperlukan penelitian lebih mendalam dan menyeluruh.

3. Mecegah penyakit diabetes

the hijau
Kandungan dalam teh hijau dipercaya dapat mencegah penyakit diabetes. (foto pexels PhotoMIX Company)

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukan bahwa teh hijau dapat meningkatkan kerja insulin serta mengurangi kadar gula dalam darah dalam tubuh, terutama bagi orang yang mengalami diabetes, teh ini lebih cocok dibanding teh jenis lain. Oleh karena itu, teh ini lebih aman dikonsumsi orang yang memiliki kandungan gula darah cukup tinggi.

4. Dapat menurunkan berat badan

teh hijau
Teh hujau meningkatkan metabolisme tubuh. (foto unsplash i yunmai)



Teh hijau juga cocok untuk orang yang sedang menjalani program menurunkan berat badan atau diet. Sebuah uji klinis menyebutkan teh ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak, terutama lemak yang terletal di area perut. Namun, manfaat yang satu ini tidak berlaku pada orang dewasa yang sedang mengalami obesitas.


Dalam menurunkan berat badan atau diet, membakar lemak menjadi tujuan utama. Dalam prosesnya memecah sel lemak untuk kemudian dipindahkan ke aliran darah. Untuk memicu proses ini, kamu bisa dapatkan dari minum teh hijau sebab, teh ini mengandung senyawa EGCG (Epigallocatechin gallate) dan kafein.

5. Dapat menstabilkan tekanan darah

teh hijau
Dipercaya bisa melemaskan otot-otot di pembuluh darah.(foto pixabay geraldoswald62)


Selain itu, kandungan dalam teh hijau dapat mentabilkan tekanan darah. Teh hijau dipercaya dapat melemaskan otot-otot di pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Tidak hanya itu, kandungan polifenol juga bermanfaat menstabilkan tekanan darah.


Selain lima manfaat yang disebutkan, teh hijau juga dipercaya dapat memperbaiki kerusakan kulit, mengurangi gejala rheumatoid arthritis, menjaga kesehatan orak, dam mengurangi kecemasan. Namun manfaat ini perlu kajian lebih mendalam untuk membuktikan sebara efektif teh ini bagi kesehatan secara luas lagi.


Manfaat teh hijau dapat dirasakan khasiatnya secara maksimal, jika kamu konsumsi teh ini secara terarut dan tidak berlebihan. Ditambah untuk tetap menjaga tubuh tetap sehat juga jangan lupa terapkan poa hidup sehat, seperti makanan bernutrisi, istirahat yang cukup, dan di selingi olahraga yang dilakukan masing-masing secara rutin.(rzk)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - 2 jam, 3 menit lalu
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Bagikan