Perindo Usung Jokowi di Pilpres 2019, Politikus PPP Anggap Percuma
CEO MNC dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. (ANTARA/Rivan Awal Lingga)
MerahPutih.Com - Dukungan Partai Persatuan Indonesia atau Perindo untuk mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendapat tanggapan dari Politisi PPP Achmad Baidowi. Menurut Wakil Sekjen PPP itu, partai politik yang mendukung Jokowi harus pernah ikut Pemilu 2014.
Alasannya menurut Achmad Baidowi sesuai dengan UU Pemilu bahwa partai politik yang bisa mengusung calon presiden harus memenuhi presidential threshold sebesar 20-25 persen.
"Namun harus diingat bahwa UU Pemilu yang baru disahkan mensyaratakan ketentuan 'presidential threshold' 20-25 persen, artinya bahwa pengusung adalah parpol yang pernah ikut Pemilu 2014," kata Achmad Baidowi di Jakarta, Rabu ((2/8).
Hal itu dikatakannya terkait pernyataan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang akan mendukung Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.
Achmad Baidowi mengatakan parpol baru bisa bergabung dan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 bukan sebagai salah satu pengusung.
Menurut politisi senior PPP itu, dukungan terhadap Jokowi bukan hanya sekedar deklarasi saja namun harus ditopang dengan kerja mesin politik.
"Apabila ketentuan 'presidential treshold' belum dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi maka parpol baru bisa bergabung dan hanya sebagai pendukung seperti di Pilkada," ujarnya.
Menurut Achmad Baidowi apabila ketentuan PT belum dibatalkan maka kedatangan Perindo tersebut tidak tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pengusung.
Anggota Komisi II DPR itu mengatakan PPP belum bisa mengukur seberapa kuat dukungan Jokowi pasca sikap Perindo tersebut karena partai tersebut belum pernah ikut pemilu.
"PPP tetap mendukung Jokowi karena sudah menjadi keputusan Musyawarah Kerja Nasional, dan saat ini kami sosialisasi ke tingkatan bawah," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo mengindikasikan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo sebagai Capres 2019.
"Untuk Pilpres, melihat perkembangan sekarang, Kongres Partai mendatang akan mengusulkan Pak Jokowi sebagai calon Presiden 2019," ujar Hary Tanoe.
Sinyal positif tersebut disampaikan Hary Tanoe seusai acara Penganugerahan Kepala Daerah Inovatif Koran SINDO 2017 di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (1/8) yang juga dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo.(*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Dualisme PPP Selesai, Mardiono Jadi Ketua Umum, Agus Waketum dan Taj Yasin Duduki Kursi Sekjen
KPK Cegah Kakak Bos MNC Hary Tanoesoedibjo ke Luar Negeri
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Namanya Masuk Bursa Caketum PPP, Jokowi: Saya di PSI Saja
Jelang Muktamar Pemilihan Ketum Baru, Kader PPP Minta Ketua Majelis Partai Romahurmuziy Dievaluasi
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
PPP Tak Lolos Parlemen, Mardiono Diminta Gelar Muktamar
PPP Tindak Tegas Oknum yang Mengatasnamakan Partainya di Pilkada Jakarta
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat