Percobaan Sekolah Tatap Muka di Bandung, Fasilitas Cuci Tangan dan Toilet Jadi Sorotan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 Juni 2021
 Percobaan Sekolah Tatap Muka di Bandung, Fasilitas Cuci Tangan dan Toilet Jadi Sorotan

Sekolah Tatap Muka di Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah sekolah di Bandung melaksanakan percobaan tatap muka sejak beberapa hari ini. Monitoring terus dilakukan dan hasil peninjauan hari ketiga, terdapat celah yang harus diperbaiki, yaitu fasilitas cuci tangan dan toilet.

Hal itu menjadi sorotan Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, saat meninjau sejumlah sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM), Rabu (9/6).

Pada kesempatan tersebut, Ema meninjau satu per satu alur masuk hingga proses pembelajaran peserta didik di ruang kelas Ia juga mengecek fasilitas cuci tangan dan toilet dapat digunakan dengan baik.

Baca Juga:

Guru Diminta Tak Banyak Beri Materi Saat PTM, Dirjen PAUD: Bisa Buat Anak 'Keblinger'

Menurut Ema, setelah peninjauan langsung kesimpulannya sudah layak. Pada simulasi ini ada yang lolos dan tidak lolos.

"Karena mungkin, simulasi awal memang sudah dilakukan, tim koordinator dari Disdik sangat detil menyampaikan kepada para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di semua level pendidikan," katanya.

Sedangkan dari sisi sekolah, Ema menilai sudah sangat paham dengan hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan PTMT ini. Namun tetap harus dilakukan peninjauan agar mengetahui kekurangan yang bisa diperbaiki.

"Kalau saya (melakukan monitoring) masih sedikit, maksimal 3 sekolah dalam satu hari. Tapi Disdik itu berbarengan dengan Kecamatan, ada timnya. Targetnya sampai tanggal 18 Juni itu 330 pasti sudah didatangi," ucapnya.

"Saya juga sering baca di group whatsapp pimpinan. Camat itu melapor ke kita dalam bentuk video, foto, dan lain sebagainya. Mereka melakukan hal yang sama (monitoring uji coba PTMT)," katanya.

Siswa sekolah tatap muka. (Foto: Humas Kota Bandung)
Sekolah Tatap Muka di Bandung. (Foto: Humas Kota Bandung)

Ema pun menilai, secara umum sekolah-sekolah sudah sangat siap, hanya saja ada yang membedakan. Misalnya, ketersediaan air di toilet, dan fasilitas cuci tangan yang kran airnya kurang deras.

Di SDN 206 Putraco Indah, Ema menilai masih banyak kekurangan seperti fasilitas cuci tangan yang sedikit dan toilet yang kurang memadai, serta ruang isolasi dengan ventilasi yang minim.

"Saya lihat di sini (SD Gagas Ceria) airnya ada. Tapi saya inginnya mengalir lebih deras, tinggal menambah pompa saja supaya air mengalir lebih cepat," katanya, seraya menambahkan bahwa dalam proses pembelajaran, ventilasi harus terbuka alami. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Menkes Minta Semua Guru Harus Sudah Divaksin Sebelum PTM

#Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) #COVID-19 #PTM #Sekolah Tatap Muka #Sekolah #Sekolah Daring
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Dunia
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Sebanyak 30 orang, termasuk 29 siswa dan seorang guru, dilaporkan tewas setelah atap sebuah sekolah swasta ambruk di Pakistan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Indonesia
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan guru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Indonesia
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Anggaran revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah masih rawan disalahgunakan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Bagikan