MerahPutih Nasional - Pabrik gula terbesar di Yogyakarta, Madukismo dilalap si jago merah. Belum diketahui berapa kerugian akibat kebakaran tersebut. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Belum tahu kerugiannya. Masih dilihat dulu," kata Wanto, salah seorang pengelola harian pabrik, kepada wartawan, di Desa Padokan, Kasihan Bantul, DI Yogyakarta, Senin (15/2).
Peristiwa bermula saat salah seorang karyawan mengelas mesin pengolahan. Namun, percikan api menyambar bahan bakar terdekat. Dengan cepat api membakar benda-benda yang mudah terbakar di sekitarnya. Sebelum kedatangan pemadam kebakaran dinas pemadam kebakaran kab Bantul, karyawan sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Api dapat dijinakkan saat tiga mobil dinas kebakaran tiba.
"Sekarang sudah aman. Hanya saja bekas kebakaran belum dirapikan. Semua masih perbaikan," imbuhnya.
Wanto menjelaskan, saat ini pabrik memang dalam perbaikan mesin, sehingga banyak proses pengelasan.
"Kita mau buat pengolahan tebu langsung jadi gula," imbuhnya.
Pabrik gula Madukismo merupakan pabrik gula terbesar di Yogyakarta. Pada saat era Belanda, pabrik ini bernama pabrik gula Padokan. Namun, Belanda menghancurkan sumber mata pencaharian warga sekitar ini. Pada 1955, Sri Sultan HB IX mendirikan kembali pabrik dengan mengubah nama menjadi Pabrik Gula Madukismo. (fre)
BACA JUGA: