MerahPutih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai penganiayaan yang menimpa aktivis Ratna Sarumpaet erat kaitannya dengan sikap Ibunda dari artis Atiqah Hasiholan itu yang kerap melontarkan kritik keras kepada pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Yang jelas kan tidak ada asap jika tidak ada api. Penganiayaan itu kemungkinan besar ada sebabnya. Karena bisa jadi karena terlalu kencang, terlalu keras dalam mengkritik pemerintah. Sehingga menimbulkan ketidaksukaan para pendukung pemerintah," kata Ujang kepada MerahPutih.com, saat dikonfirmasi Selasa (2/10).
Ujang sangat menyayangkan penganiayaan yang dialami Ratna. Menurut dia, sekeras atau setajam apa pun kritik terhadap pemerintah sejatinya harus ditanggapi dengan positif di alam demokrasi saat ini.
Menurut Ujang, saat ini fanatisme pendukung Capres Petahana Jokowi ataupun pesaingnya Prabowo Subianto sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Artinya, lanjut dia, mungkin saja ada fans fanatik Jokowi yang tidak suka dengan cara-cara yang dilakukan Ratna sehingga berujung penganiayaan.
"Selama kritikan itu, di dalam negara demokrasi dimanapun, yang namanya mengungkapkan pendapat, mengkritik sekeras apapun, itu dibolehkan. Yang penting tidak menghina dan tidak dilakukan dengan cara-cara kekerasan," tutur Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu.
Bahkan, lanjut Ujang, jika pun kritik itu menimbulkan fitnah atau hoaks juga tidak berarti si pengkritik boleh dianiaya. "Kalaupun seandainya kritikan itu menimbulkan fitnah, hoax, atau tidak berdasarkan fakta, maka bisa dilaporkan kepada penegak hukum," tutur Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini.
Ketika dikonfirmasi ulang tentang peluang penganiaya Ratna dilakukan massa pendukung Jokowi, Ujang enggan memastikan, tetapi indikasinya kuat. "Ya saya tidak mengatakan itu. Tapi, ya itu cukup kuat," tandas dia.
Sebelumnya, beredar foto Ratna Sarumpaet terbaring di salah saru rumah sakit dalam kondisi muka penuh lebam bekas penganiayaan. Namun, hingga berita ini dikabarkan belum ada keterangan resmi dari yang bersangkutan untuk menjelaskan kejadian tersebut. (Pon)