Penyelidik Cari Penyebab Kebakaran Besar Los Angeles, Periksa Berbagai Sumber Pemicu

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 13 Januari 2025
Penyelidik Cari Penyebab Kebakaran Besar Los Angeles, Periksa Berbagai Sumber Pemicu

Kebakaran di kawasan Los Angeles meluas ke Hollywood Hills pada Rabu (8/1/2025) malam. (ANTARA/Anadolu/py)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BERBAGAI kemungkinan muncul sebagai penyebab kebakaran besar Los Angeles. Kebakaran telah memakan 24 korban serta menghanguskan belasan ribu rumah di area Los Angeles. Penyelidik kini memeriksa berbagai kemungkinan itu demi menemukan penyebab awal api.

Di Pacific Palisades, kawasan bergunung yang dihuni bintang Hollywood seperti Jamie Lee Curtis dan Billy Crystal, yang kehilangan rumah mereka akibat kebakaran tersebut, para pejabat menemukan api yang tersulut angin kencang dimulai di belakang sebuah rumah di Piedra Morada Drive. Itu merupakan sebuah area yang terletak di atas lembah berhutan lebat.

Meskipun petir merupakan sumber kebakaran paling umum di AS, menurut Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional, penyelidik dengan cepat bisa memastikan bahwa petir bukan penyebab kebakaran ini. Tidak ada laporan mengenai petir di area Palisades atau sekitar kebakaran Eaton yang dimulai di daerah timur Los Angeles. Kebakaran itu dilaporkan menghancurkan ratusan rumah.

Dua penyebab kebakaran yang paling umum berikutnya yakni pembakaran yang disengaja dan kebakaran yang dipicu jaringan listrik.

Baca juga:

Angin Kencang Datang lagi, Pemadam Ada di Titik Kritis Padamkan Kebakaran Los Angeles



Seperti dilansir The Korea Times, pemilik Scientific Fire Analysis John Lentini mengatakan ukuran dan skala kebakaran tidak mengubah pendekatan dalam mencari penyebabnya. Organisasi berbasis di Florida itu telah menyelidiki sejumlah kebakaran besar di California, termasuk Kebakaran Bukit Oakland pada 1991.

“Ini dulunya merupakan kebakaran kecil. Orang-orang akan fokus pada tempat kebakaran dimulai, menentukan asalnya, dan kemudian memeriksa sekitar lokasi tersebut untuk mencari tahu penyebabnya,” jelas Lentini.

Hingga saat ini, belum ada indikasi resmi mengenai adanya pembakaran yang disengaja pada kedua kebakaran tersebut. Jaringan listrik juga belum diidentifikasi sebagai penyebabnya. “Perusahaan utilitas diwajibkan melaporkan kepada Komisi Utilitas Publik California (CPUC) jika mereka mengetahui insiden kelistrikan yang berpotensi terkait dengan kebakaran hutan," kata Terrie Prosper, Direktur Komunikasi CPUC. Jika ada laporan, staf CPUC kemudian akan menyelidiki untuk melihat apakah ada pelanggaran terhadap hukum negara bagian.

Kebakaran Thomas pada 2017, salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah negara bagian, dipicu jaringan listrik Southern California Edison yang bersentuhan selama angin kencang. Kebakaran tersebut menewaskan dua orang dan membakar lebih dari 1.140 km persegi lahan.

Pada Jumat (10/1), Southern California Edison mengajukan laporan kepada CPUC terkait dengan kebakaran Eaton di bukit dekat Pasadena, area yang dilayani perusahaan listrik tersebut. Edison mengatakan mereka belum menerima petunjuk bahwa peralatannya terlibat dalam pemicu kebakaran tersebut. Meski demikian, mereka melaporkannya ke regulator utilitas negara bagian sebagai ‘tindakan pencegahan’ setelah menerima pemberitahuan pelestarian bukti dari pengacara perusahaan asuransi.

Baca juga:

Korban Tewas Kebakaran di Los Angeles, California, Amerika Serikat Bertambah Jadi 24 Orang



“Analisis awal oleh SCE terhadap informasi sirkuit listrik untuk saluran transmisi yang teraliri di area tersebut selama 12 jam sebelum waktu mulai kebakaran yang dilaporkan menunjukkan tidak ada gangguan atau kelainan listrik atau operasional hingga lebih dari satu jam setelah waktu kebakaran yang dilaporkan,” lapor utilitas tersebut.

Selain petir, pembakaran sengaja, dan jaringan listrik, pembakaran sampah dan kembang api juga sering menjadi penyebab kebakaran.

Meski begitu, kebakaran juga bisa disebabkan berbagai faktor, termasuk kecelakaan. Pada 2021, acara gender reveal pasangan yang menggunakan bahan bakar memicu kebakaran besar yang melanda hampir sekitar 90 km persegi dan menghancurkan lima rumah serta 15 bangunan lainnya. Kebakaran itu merenggut nyawa seorang pemadam kebakaran, Charlie Morton.

Hingga Jumat, kebakaran di Eaton dan Palisades masih terus membara dengan sedikit upaya pengendalian. Angin mulai mereda, tetapi tidak ada hujan yang diprediksi. Di saat yang sama, api terus melintasi wilayah yang sangat kering.

“Kebakaran ini akan padam ketika bahan bakarnya habis, atau ketika cuaca berhenti. Mereka tidak akan memadamkannya sampai kebakaran itu sendiri yang padam,” kata Lentini.(dwi)

Baca juga:

Yoon Suk Yeol Ingin Bantu Korban Kebakaran Los Angeles Walau Dimakzulkan, Minta Pemerintah Korsel Segera Kirim Bantuan

#Kebakaran #Los Angeles #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Masih banyak bangunan di Jakarta yang belum sepenuhnya memperhatikan standar keselamatan bencana kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Indonesia
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
"Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam, kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Bagikan