Penyebab dan Cara Redakan Nyeri Sariawan

Frengky AruanFrengky Aruan - Kamis, 06 Juni 2024
Penyebab dan Cara Redakan Nyeri Sariawan

Ilustrasi sariawan. (i-stock)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sariawan atau disebut juga stomatitis aftosa adalah luka atau borok kecil yang muncul di dalam mulut. Biasanya di bagian bibir, gusi, pipi, atau dasar lidah.

Sariawan umumnya tidak menular dan seringkali menyakitkan, terutama saat aktivitas makan atau minum.

Penyebab sariawan tidak selalu jelas, tetapi beberapa faktor yang dapat menyebabkan antara lain trauma fisik. Hal ini terjadi karena cedera fisik seperti gigitan pada bibir atau pipi, goresan akibat sikat gigi yang kasar, atau terlalu keras menggosok mulut dapat menyebabkan luka dan memicu sariawan.

Kondisi stres menyebabkan sariawan karena melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, yang dapat membuatnya lebih rentan terhadap sariawan. Lalu kekurangan nutrisi seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12.

Sariawan juga bisa disebabkan iritasi kimia karena pemakaian obat kumur yang mengandung bahan kimia yang keras atau pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate dapat menyebabkan iritasi dan munculnya sariawan.

Baca juga:

Banyak Duduk Tingkatkan Risiko Batu Ginjal

Selain itu sariawan muncul karena alergi makanan. Terjadinya perubahan hormonal juga memicu sariawan.

Kemudian, infeksi bakteri atau jamur di mulut juga dapat menyebabkan sariawan, dan kondisi medis tertentu seperti penyakit Crohn, lupus, atau defisiensi imun dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sariawan.

Sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu tanpa perlu pengobatan khusus. Namun untuk membantu meringankan sakit sariawan dapat menggunakan obat penghilang nyeri topikal seperti obat kumur atau salep topikal mengandung lidocaine atau benzocaine dapat membantu meredakan rasa sakit yang disebabkan oleh sariawan.

Juga bisa menggunakan obat kumur yang anti inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang disebabkan oleh sariawan.

Namun, jika sariawan sangat menyakitkan atau sering muncul, konsultasikan dengan dokter atau ahli gigi untuk penanganan lebih lanjut.

Terkadang, obat kumur atau salep yang mengandung bahan penghilang rasa sakit atau obat anti-inflamasi dapat membantu meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan sariawan. (Tka)

#Sariawan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan