MerahPutih.com - Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sebesar 25 persen dari total kredit dialokasikan ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah.
Namun, realisasinya baru mencapai 18,3 persen atau sekitar Rp 1.500 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 270 triliun merupakan penyaluran KUR, sementara sisanya sekitar Rp 1.200 triliun merupakan kredit UMKM non-KUR.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau 35,8 persen dari target tahun ini, yang disalurkan kepada 1,69 juta debitur.
Dari total tersebut, debitur graduasi tercatat sebanyak 511 ribu, sementara debitur baru mencapai 1,14 juta atau sekitar 83 persen.
Baca juga:
Penaikan Harga Elpiji Picu Beban Ganda UMKM, Komisi VII Minta Pemerintah Turun Tangan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin, mengatakan penyaluran KUR ke sektor produksi juga menunjukkan tren positif, dengan capaian 63,5 persen dari target 65 persen.
“Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 60 persen,” ujar Maman.
Meski demikian, ia menilai penyaluran kredit bagi UMKM secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan.
Maman memaparkan, 2025 total kredit yang disalurkan oleh bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta mencapai sekitar Rp 8.149 triliun.