MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi layanan Royaltrans yang mengalami situasi tidak kondusif pada Rabu (15/4) pagi.
Penyebabnya, karena Transjakarta mengharuskan pengguna untuk booking tiket kursi secara online untuk menggunakan layanan Royaltrans di semua rute.
Imbasnya, banyak pengguna Royaltrans, terutama pada rute yang diberangkatkan dari Cibubur, mengeluhkan kebijakan baru ini.
Mereka, yang biasanya menggunakan layanan dengan membeli tiket secara langsung di halte merasa tak mendapatkan informasi yang jelas, sehingga terjadi penumpukan penumpang.
Baca juga:
Gubernur Pramono akan Rinci Aturan Parpol Pasang Nama di Halte, Usaha Tambah Pendanaan
Pramono menilai, kondisi ini terjadi akibat kurangnya sosialisasi oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) selaku BUMD penyedia layanan Roytrans.
"Ini kan terlihat kalau memang belum ada sosialisasi," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Pramono berjanji bakal memperbaiki layanan terbaru Roytrans tersebut agar tidak lagi merugikan para pengguna.
"Nanti akan kami sempurnakan, perbaiki. Tapi intinya apapun kebijakan itu harusnya ada jeda waktu untuk melakukan sosialisasi," urainya.
Baca juga:
Royaltrans Kini Bisa Booking Kursi, Transjakarta Perluas ke Semua Rute
Sementara itu, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menjelaskan, sistem pemesanan kursi ini merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama dengan memastikan ketersediaan tempat duduk.
"Implementasi sistem booking seat (pemesanan kursi) adalah Inovasi yang dihadirkan untuk memberikan kepastian tempat duduk serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, pasti, dan terencana bagi pelanggan," tutur Ayu dalam keterangannya.
Sementara di lapangan, perubahan sistem ini justru memicu kebingungan. Sejumlah penumpang mengeluhkan keterbatasan informasi hingga kesulitan mengakses kursi, terutama bagi yang terbiasa naik langsung tanpa reservasi.
Baca juga:
Pekerjakan Kembali 3 PPSU Skandal Foto AI Kalisari, Pramono Tegaskan Tidak Ada Kesempatan Ketiga
Transjakarta mengklaim, telah melakukan sejumlah penyesuaian teknis dan operasional. "Kami mendengar masukan pelanggan, kemudian telah mengambil langkah-langkah teknis dan strategis untuk memastikan pengalaman pelanggan yang lebih baik," ujar Ayu.
Salah satu penyesuaian adalah fleksibilitas pemesanan. Penumpang tetap bisa memesan kursi pada hari keberangkatan selama masih tersedia.
Sedangkan di sisi lain, petugas di lapangan juga diminta lebih aktif membantu penumpang yang belum terbiasa dengan sistem baru ini.
"Untuk memudahkan pelanggan melakukan perencanaan perjalanan, pemesanan kursi Royaltrans melalui aplikasi TJ: Transjakarta bisa dilakukan mulai H-7 keberangkatan," tuturnya. (Asp)