Pentingnya Skrining Jasmani Sebelum Merencanakan Kehamilan
Lakukan skrining demi kesehatan diri sendiri dan anak. (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)
BAGI para calon orangtua, ada baiknya melakukan skrining sebelum merencanakan kehamilan. Skrining ini dilakukan guna mendeteksi lebih dini kesehatan jasmaninya, sehingga baik untuk diri sendiri maupun anak nantinya.
Dokter spesialis kandungan dan kebidanan dr. Yassin Yanuar MIN, Sp.OG-KFER, M.Sc mengatakan, sangat penting bagi calon ibu dan ayah untuk saling terbuka dengan kondisi kesehatan masing-masing sebelum merencanakan kehamilan atau hendak membangun keluarga.
"Alangkah lebih baik lagi jika calon ibu dan calon ayah melakukan berbagai tes atau skrining kesehatan agar dapat mendeteksi lebih dini kesehatan jasmaninya, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari," ujar Yassin, dilansir ANTARA, Senin (23/5).
Baca juga:
Setelah memeriksa kesehatan, hal yang tidak kalah penting lainnya adalah dukungan sosial dari keluarga, teman, lingkungan kerja, kondisi finansial, dan lainnya. Calon orangtua juga perlu untk mengakses berbagai informasi terkait kehamilan, persalinan, dan pola asuh anak agar lebih percaya diri dalam menjalani peran barunya.
Yassin juga memaparkan berbagai poin penting yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan kehamilan guna menjaga kesehatan dan kenyamanan pada proses kehamilan hingga persalinan nantinya. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan upaya kesehatan ibu. Sebagian besar kematian ibu selama proses kehamilan, persalinan, dan nifas dapat dicegah.
Ada pun beberapa penyebabnya seperti pendarahan, preeklamsia, dan infeksi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya seperti usia terlalu muda (kurang dari 20 tahun), terlalu tua (lebih dari 35 tahun), terlalu sering (jarak antar kelahiran kurang dari dua tahun), dan terlalu banyak (jumlah anak kurang dari tiga tahun lebih dari dua).
Baca juga:
Beberapa faktor kesehatan yang masih banyak terjadi pada perempuan yang juga menjadi risiko selama kehamilan dan persalinan berlangsung adalah Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, HIV, dan lainnya.
Tanpa disadari, gaya hidup sehari-hari juga memiliki peran penting terhadap kesiapan fisik seseorang meunju kehamilan. Hal ini dapat menjadi penghambat kesuburan baik dari sisi perempuan maupun laki-laki di antaranya seperti merokok dan konsumsi alkohol.
Orangtua yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi kronis, asma, penyakit tiroid, penyakit jantung, epilepsi, penyakit ginjal kronis, penyakit autoimun, dan lainnya wajib melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit