Kesehatan

Pentingnya Sarapan Pagi Sebelum Lakukan Aktivitas Berat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 14 Juli 2019
Pentingnya Sarapan Pagi Sebelum Lakukan Aktivitas Berat

Pentingnya sarapan pagi sebelum memulai aktivitas setiap hari (Foto: MP/iel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGIAN orang terkadang tidak biasa dengan sarapan pagi. Hal tersebut bisa disebabkan karena sarapan mungkin menimbulkan gejala seperti perut keram, mual, dan memicu seringnya buang air besar. Padahal, sangat penting sekali jika kita menyempatkan diri untuk sarapan pagi, sebagai sumber tambahan energi atau daya tahan tubuh, dan ini merupakan alasan mengapa sarapan sangat penting dalam memulai hari.

Mungkin sebahagian orang dewasa hanya mengkonsumsi vitamin atau suplemen penambah nafsu makan, dan segelas susu, mengganti jadwal sarapan pagi dengan jam makan siang. Sehingga sering kali orang dewasa terkena penyakit mag. Hal ini terjadi karena tubuh belum terisi energi atau bahan bakar dan langsung melakukan aktivitas yang berat, tubuh tidak lagi bisa mengolah nutrisi dari makanan yang telah dikonsumsi.

Baca juga:

Jangan Asal Sarapan, ini Panduan Sehatnya

Melansir laman alodokter, direkomendasikan untuk selalu menyempatkan diri menyantap sarapan setiap hari. Sebab sarapan pagi bisa memberikan beragam manfaat, terlebih kita akan melakukan aktivitas berat.

1. Membantu melindungi tubuh dari penyakit

Pentingnya Sarapan Pagi Sebelum Lakukan Aktivitas Berat
Sarapan pagi tangkal penyakit (Foto: MP/iel)

Manfaat yang bisa diperoleh dari sarapan pagi dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, jantung, dan mag. Dengan membiasakan diri sarapan pagi setiap hari, kamu akan bisa terhindar dari berbagai penyakit tersebut.

2. Lebih Fokus

Pentingnya Sarapan Pagi Sebelum Lakukan Aktivitas Berat
Sarapan pagi bikin fokus dan produktif (Foto: MP/iel)

Sarapan pagi juga bisa membuat kamu lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan di kantor ataupun sekolah, karena kamu sudah tidak perlu khawatir terhadap kondisi perut dan tidak lagi merasakan lapar.

Baca juga:

Sarapan Sehat, Begini Seharusnya

Jika kamu melewatkan sarapan pagi, kemungkinan besar berbagai kondisi akan terjadi termasuk menggangu daya pikir kamu, badan terasa letih, lesu, dan lunglai. Pikiranmu akan terfokus pada makanan, tidak lagi pada pekerjaan atau pelajaran yang sedang kamu lakukan.

3. Membantu menurunkan berat badan

Pentingnya Sarapan Pagi Sebelum Lakukan Aktivitas Berat
Sarapan pagi bantu turunkan berat badan (Foto: MP/iel)

Sarapan pagi dengan menu 4 sehat 5 sempurna juga dapat membantu menurunkan berat badan. Jangan takut badan membesar jika mengonsumsi makanan di pagi hari.

Karena Dengan sarapan pagi, kamu tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan.

Baca juga:

Menu Sarapan ini Ternyata Malah Bikin Gemuk

Ketika kamu melewatkan sarapan pagi, maka kamu akan lebih mudah untuk tergoda mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan tidak mengenyangkan. Untuk tujuan menurunkan berat badan, hindari mengonsumsi makanan berlebih di malam hari.

4. Meningkatkan mood

Pentingnya Sarapan Pagi Sebelum Lakukan Aktivitas Berat
Sarapan pagi yang baik membuat mood yang juga baik (Foto: MP/iel)

Mood bisa menjadi buruk seperti mudah kesal dan marah ketika kamu melewatkan sarapan pagi, karena mood atau suasana hati bisa di picu karena tubuh dan lambung yang belum terisi oleh makanan. Sehingga hal tersebut memicu emosi dan kesal yang tidak teratur.

Baca juga:

Tiga Rahasia Memiliki Menu Sarapan yang Sehat

Oleh kaerna itu agar ini tidak terjadi, biasakan sarapan pagi agar mood dan hari-hari dengan aktivitas berat yang kamu jalani menjadi lebih cerah dan awali dengan senyuman ya! (iel)

#Kesehatan #Makanan Sehat #Sarapan Pagi #Sarapan #Tips Kesehatan #Gaya Hidup Sehat
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Ladies, Kenali Tubuh, Siklus, dan Ritme Alami Diri untuk Bekal Menyusun Resolusi Tahun Baru
Pengujung tahun menjadi momen bagi perempuan untuk terkoneksi kembali ke dalam diri kamu.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Ladies, Kenali Tubuh, Siklus, dan Ritme Alami Diri untuk Bekal Menyusun Resolusi Tahun Baru
Indonesia
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
BGN menepis tudingan bahwa kelanjutan program di masa libur hanya demi menghabiskan sisa anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp71 triliun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Desember 2025
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
Bagikan