Pentingnya Mengontrol Gula Darah di Masa Pandemi
Mengontrol gula darah tetap stabil penting dilakukan. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
MENGONTROL gula darah tetap stabil penting dilakukan, apalagi di masa pandemi ini beberapa orang kesulitan mengatur pola makan. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan mulai dari memperhatikan asupan makanan, istirahat, rutin olahraga, sampai mengonsumsi vitamin.
KALBE Nutritionals lewat Diabetasol pun mengajak masyarakat memeringati Hari Diabetes Sedunia, Minggu (14/11), lewat serangkaian webinar. Webinar ini bertujuan mengedukasi agar lebih memahami gejala-gejala dan penanganan diabetes khususnya di masa pandemi.
Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals, Tunghadi Indra, menaruh perhatian khusus pada pentingnya edukasi diabetes.
Baca juga:
“Dalam dua tahun terakhir ini, selain prevalensi diabetes yang masih terus meningkat, kondisi pandemi juga menjadi tantangan khusus bagi para penyandang diabetes. Hal ini dikarenakan bertambah sulitnya melakukan pengawasan terhadap gula darah akibat berbagai pembatasan sosial,” kata Tunghadi berdasarkan keterangan yang diterima.
Berdasarkan data International Diabetes Federation pada 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10.681.400 kasus.
Baca juga:
Ketua Umum PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD memaparkan bahwa kematian akibat diabetes menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia, sehingga penyakit diabetes membutuhkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat.
“Diabetes adalah bukan penyakit yang ringan, namun penyakit mematikan atau penyakit katastrofik,” papar Ketut.
Senada, Ketua PB PERSADIA Dr. dr. Sony Wibisono, Sp.PD-KEMD, FINASIM juga menegaskan penyandang diabetes sangat rentan terkena infeksi virus. Ia pun menekankan pada pentingnya penanganan diabetes yang tepat untuk mencega terjadinya komplikasi.
“Diet 3J yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi tiap hari, jadwal makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi perlu terus diperhatikan oleh penyandang diabetes. Bukan hanya itu, penyandang diabetes juga harus olahraga 30 menit sehari, terapi obat minum dan suntik, serta mendapatkan penyuluhan yang memadai,“ lanjut Sony.
Pengendalian diabetes ini wajib menjadi kepedulian masyarakat Indonesia karena diabetes bisa menyebabkan komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup diabetesi dan berisiko menyebabkan kematian.
“Bekerja sama dengan tim dokter spesialis, nutrisionis, dan dietisien di berbagai kota, kali ini Diabetasol mengajak masyarakat melakukan kontrol gula darah secara mandiri di tengah kondisi pandemi,” tutup Tunghadi. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya