Pensiunan Jenderal Pendukung Prabowo Dalangi Kerusuhan 21-22 Mei, BPN: Hoaks!

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Mei 2019
Pensiunan Jenderal Pendukung Prabowo Dalangi Kerusuhan 21-22 Mei, BPN: Hoaks!

Menjelang malam massa aksi 22 Mei mulai melakukan pembakaran di beberapa titik di jalan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis, (22/5/2019). Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menilai adanya dugaan keterlibatan beberapa jenderal pendukung Prabowo Subianto dalam kasus kerusuhan adalah hoaks. Pihak kepolisian pun dipersilahkan mengusut siapa penyebarnya.

Andre mengatakan, Polisi bukan hanya menindak siapapun yang tak bertanggungjawab yang membuat jelek nama pendukung 02.

BACA JUGA: IPW Desak Polisi Usut Keterlibatan Pensiunan Jenderal dalam Kasus Kerusuhan

"Framming itu sudah biasa kami hadapi. Kan saya sudah bilang, menjelang Pemilu saja banyak caleg kami ditangkap dan dituduh melakukan serangan fajar tak terbukti. Dan akhirnya apa, dilepas," kata Andre di Jakarta, Sabtu (25/5).

Andre melanjutkan, masyarakat jangan mudah mempercayai isu semacam ini. "Jangan mudah broadcast Whatsaap yang bagi kami merusak nama baik dan mendeskritkan," terang dia.

Andre menganggap, jika Polisi ingin mengungkap aktor intelektual kerusuhan, harus dibuka seterang-terangnya. "Ayo diungkap. Kami menonton di media sosial ada tim medis yang dipukuli dan tim medis dihancurkan. Itu harus ditindak, apa begitu cara Polisi mengungkap hukum," ungkap Andre.

Foto: MP/Rizki Fitrianto
Kerusuhan di depan Bawaslu, Rabu (22/5). Foto: MP/Rizki Fitrianto

Andre juga mendesak Komnas HAM mengungkap ada tidaknya pelanggaran HAM dalam perkara ini. "Kalau Komnas HAM tak mampu, bubarkan saja," tutup Andre.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh IPW, keenam dalang kerusuhan 22 Mei terdiri dari dua perwira tinggi purnawirawan, dua perwira menengah purnawirawan, satu tokoh preman dan satu anak kiai ternama.

BACA JUGA: Massa yang Rusuh Lebih Lunak ke TNI Karena Faktor Prabowo?

Untuk melancarkan aksinya, lanjut Neta, keenam dalang itu menggunakan salah satu ormas kepemudaan, para preman Tanah Abang, santri muda, dan anak anak muda lainnya. (Knu)

#Pensiun #Partai Gerindra
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Batas Usia Pensiun Polisi Bakal Naik, Perpanjangan Jabatan Kapolri Tetap Wewenang Presiden
Jabatan tertinggi di institusi kepolisian itu sepenuhnya menjadi wewenang presiden sehingga tidak ada korelasi dengan perubahan usia pensiun di RUU Polri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Batas Usia Pensiun Polisi Bakal Naik, Perpanjangan Jabatan Kapolri Tetap Wewenang Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mau menghapus utang pensiunan PNS. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 23 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Olahraga
Neymar Isyaratkan Pensiun Dini, Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Penampilan Terakhir
Neymar isyaratkan pensiun dini pada akhir 2026. Ia pun mengatakan, bahwa Piala Dunia 2026 bisa menjadi penampilan terakhirnya.
Soffi Amira - Sabtu, 21 Februari 2026
Neymar Isyaratkan Pensiun Dini, Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Penampilan Terakhir
Bagikan