Kesehatan

Penjelasan Dokter Saraf Soal Kecenderungan Seksual LGBT

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 25 Januari 2018
Penjelasan Dokter Saraf Soal Kecenderungan Seksual LGBT

Ilustrasi foto pasangan sejenis LGBT. (foto: Unplash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DOKTER spesialis bedah saraf, Ryu Hasan, mengatakan seseorang yang heteroseksual bisa menjadi homoseksual bila ia sering bergaul bersama. Namun hal itu akan terjadi jika orang heteroseksual ini memiliki bakat untuk menjadi penyuka sesama jenis atau golongan lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT).

Menurut dia, pergaulan sosial hanya pemicu saja. "Kalau tidak bakat, ya, mau apa?," katanya usai mengisi diskusi 'Survei Kontroversi Publik tentang LGBT' di Kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).

Ryu mengibaratkan dengan seseorang yang tidak berbakat musik. Meskipun orang itu terus-menerus berdekatan dengan alat musik, maka sampai kapan pun tidak bakal mahir bermain musik.

Begitu pula sebaliknya, seseorang yang berbakat menjadi gitaris andal, tidak mungkin terjadi jika seumur hidupnya belum pernah bersentuhan dengan alat musik itu. "Seseorang bakatnya biseksual, tapi dia tidak pernah terpapar sama sekali dengan perempuan seumur hidup, begitu ada perempuan, oh, 'kiri bisa kanan bisa'," ujarnya.

Ryu menjelaskan dari faktor internal, orientasi seksual terbentuk dari struktur tubuh dan bisa berubah jika ada perubahan strukturnya. Ia mencontohkan seseorang yang terkena stroke bisa berubah dari pendiam menjadi pemarah.

"Cara kerja otak disebabkan tiga hal, yaitu struktur, neurotransmiter, dan hormon. Jika salah satunya berubah, maka bisa memicu perubahan orientasi," ucap dia. (fdi)

#LGBT #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan