MerahPutih.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan konsep jembatan penyebrangan orang tanpa atap merupakan desain baru JPO di Jakarta. Hari mengaku selalu melakukan penyesuaian desain untuk fasilitas pedesterian.
"Ya ini konsep baru. Kan belum pernah ada JPO terbuka dan tentunya menjadi wajah baru Jakarta," kata Hari di Jakarta, Kamis (7/11).
Baca Juga:
Hari menjelaskan, alasan JPO dilepas dianggap lebih bagus saat difoto. Menurut dia, dengan tidak adanya atap, khususnya saat malam hari, pemandangan kawasan Sudirman-Thamrin akan lebih indah.
"View ke gedung-gedung tinggi menambahkan suasana dan pengalaman lain. Pengalaman lain lagi nih, selain untuk pejalan kaki juga untuk swafoto, berselfie ria. instagrammable lah," tutur dia.
JPO yang atapnya dicopot tepatnya berada di antara Indofood Tower dan Menara Astra. Hari menuturkan, nantinya di JPO itu juga akan dipasang lampu warna-warni yang menarik untuk dilihat.
Ia menyampaikan, penataan lampunya tidak menyorot dari atas ke bawah. Melainkan dari bawah ke atas demi kenyamanan pejalan kaki.
"Kaya di pesawat terbang itu kan kalau gelap lampunya di bawah. Jadi orang kalau jalan tetep terang. Tapi lampunya dari bawah. Jadi keren. Jadi orang nyeberang lihat bawah lìhat atas itu sudah enak," jelasnya.
Baca Juga:
Di samping itu juga, kata Hari, atap JPO itu dicopot karena ingin disamakan dengan trotoar. Karena trotoar juga tanpa kanopi, maka JPO juga dibuat tanpa atap.
"Ya gini JPO dibuka memang konsepnya itu kamu nyeberang itu terbuka, turun juga terbuka. Jadi konsepnya terbuka, terbuka, terbuka," ujar Hari.
Meski demikian, Hari menyebut, JPO yang dicabut atapnya hanya yang menghubungkan antara trotoar. Sementara yang menjadi jalur ke halte TransJakarta masih akan beratap.
"Kalau memang dari awal tertutup seperti sebelahnya, menghubungkan ke halte, itu tetap kanopinya ditutup, bukan dibuka. Masa orang mau naik TJ basah kuyup," tutupnya. (Asp)
Baca Juga:
Pencopotan Atap JPO Sudirman, DPRD DKI: Kenapa Tidak Buat yang Transparan?