MerahPutih.com - Warga Jakarta menyayangkan keputusan Gubernur Anies Baswedan dan Pemprov DKI yang melepas salah satu atap Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Jenderal Sudirman Jakarta.
Bahkan, warga DKI Nathaniel Hutauruk, seorang karyawan swasta yang bekerja di sekita lokasi saking geramnya sampai-sampai tidak mau lewat JPO itu lagi. Dia bakal memilih Zebra Cross yang berada lebih jauh daripada harus lewat JPO yang tidak ada atapnya lagi.
Baca Juga
"Sebaiknya saya memilih jalan penyeberangan zebra cross. Terlebih lagi kini sudah memasuki musim hujan (akhir tahun)," kata Nathaniel, saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Rabu (6/11).
Menurut Nathaniel, kebijakan Anies melepas atap JPO itu tidak sejalan pada fungsinya. Harusnya, kata dia, JPO melindungi pejalan kaki dari panas dan hujan bukan sebaliknya.
"Tidak pada fungsi marwahnya, sebagai jembatan penyeberangan dan sebagai pelindung orang akan curah hujan dan panas terik matahari," ujar dia kesal.
Nathaniel pun mempertanyakan Pemprov DKI kenapa tidak memperbaiki atau rehabilitasi JPO di Jakarta yang sudah tidak layak bukan malah melepas atas JPO yang sudah benar kegunaannya melindungi pejalan kaki.
"Justru yang sebaiknya jadi perhatian Pemda DKI adalah tampilan JPO tersebut yang mulai banyak pudar catnya, sebaiknya dipugar saja dan tak perlu dilepaskan bagian atapnya," tegas dia.Baca Juga
Rencana Anies Bongkar JPO Diganti Underpass Disebut Makan Biaya
Pria berumur 32 tahun ini pun menyarankan ke Pemprov DKI alangkah baiknya memperbaiki atau membuat fasilitas umum untuk kepentingan masyarakat. Menurut dia melepas atap JPO hanya menghambur-hamburkan anggaran.
"Sebaiknya pemda DKI Jakarta bekerja optimal dan tepat pada kegunaan item item suport pada fasilitas umum dan bukan pada hal hal lain yang tidak pada marwah fungsinya," jelas dia.
Seperti diketahui, ada salah satu Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Sudirman tak lagi dinaungi atap.
Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho menjelaskan atap di JPO dicopot agar pejalan kaki tidak hanya menyeberang melainkan menikmati pemandangan.
"Jadi tidak hanya sebagai fungsi menyeberang, tapi jadi wahana bisa memandang Jakarta secara luas terbuka. Kan (pemandangan) gedung semua," kata Hari. (Asp)
Baca Juga