MerahPutih.com - Komisi D DPRD DKI Jakarta geram dengan pengembang perumahan Melati Residence, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pasca-insiden longsor yang menewaskan 1 ibu hamil, pada Sabtu (10/10) malam.
Kekesalan Komisi Bidang Pembangunan itu lantaran pihak pengembang Melati Residence mangkir dari pemanggilan yang dijadwalkan pada Senin (19/10) kemarin.
Lantas Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda menilai, pengembang tersebut menantang anggota Dewan Parlemen Kebon Sirih.
Baca Juga:
"Kalau pengembang diundang tidak hadir, berarti pengembang ini menantangi kami," ujar Ida, saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).
Tak cuma DPRD DKI, menurut politisi PDI Perjuangan ini, pengembang Melati Residence juga mengajak berperang Pemprov DKI kalau tak hadir dalam panggilan.
"Bukan hanya nantangin Komisi D saja, tapi juga Pemerintah Daerah DKI Jakarta," tuturnya.
Ida melanjutkan, camat dan lurah Ciganjur beralasan telah mengundang pihak pengembang perumahan Melati Residence untuk hadir dalam pertemuan kemarin di gedung DPRD tersebut.
Namun, camat dan lurah Ciganjur ini kompak memberikan alasan pengembang perumahan itu tak hadir lantaran memenuhi panggilan Kapolsek Jagakarsa.
"Camat dan Lurahnya bilang sudah undang itu pengembang. Tapi, katanya, tidak bisa hadir karena dipanggil Kapolsek Jagakarsa," ungkapnya.
Komisi D pun bakal mengadakan rapat ulang Tapi belum tahu kapan hari pastinya. Ia berharap, pengembang Melati Residence dapat hadir pada rapat berikutnya.
Hal itu supaya mereka bisa menjelaskan terkait masalah insiden longsor turap perumahan itu yang menyebabkan 1 orang ibu hamil meninggal dan menyebabkan banjir karena turap menutupi sungai yang ada di bawah.
"Mereka harus menjelaskan soal tanggung jawab kepada korbannya bagaimana, pembangunan turapnya bagaimana, dan ada tidak izin mendirikan bangunan (IMB)," ungkapnya.
Baca Juga:
Komisi D Panggil Pengembang Perumahan Melati Terkait Longsor di Ciganjur
Seperti diketahui, peristiwa tanah longsor yang menyebabkan banjir melanda pemukiman warga di Jalan Damai, RT 4 RW 2, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10) malam.
Atas kejadian itu empat rumah tertimpa bangunan perumahan Melati Residence hingga 1 warga meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.
Paling mirisnya satu korban yang meninggal dunia ialah seorang ibu hamil. Selain itu juga sebanyak 300 rumah juga terendam banjir. (Asp)
Baca Juga:
Wagub DKI Pastikan Penanganan Ratusan Korban Longsor di Ciganjur Berjalan Baik