Pengamat: Visi Misi Jokowi Tidak Jelas dan Normatif

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 15 Juli 2019
Pengamat: Visi Misi Jokowi Tidak Jelas dan Normatif

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul, Bogor, Minggu (14/7) (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Dedi Kurnia Syah mengkritisi penyampaian visi misi presiden terpilih Joko Widodo semalam. Salah satunya soal tak adanya gebrakan dan penyampaian ide-ide yang berbeda.

Dedi menganggap, konten secara keseluruhan, tidak ada hal baru dan membikin orang menjadi takjub. Seperti ide reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, bahkan terkait sumber daya manusia, nyaris sama dengan yang disampaikan lima tahun lalu.

Baca Juga: Pidato Visi Indonesia, Jokowi: Kita Harus Tinggalkan Cara-Cara Lama

"Dan, beberapa di antaranya tidak terjadi sepanjang lima tahun ini. Jadi, ini bisa menjadi pengingat bahwa visi dan misi presiden masih sama dengan 5 tahun lalu,"jelas Dedi dalam keterangannya, Senin (15/7)

Presiden Jokowi bersama ribuan relawan di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di hadapan ribuan relawan di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7) (MP/Kanu)

Peneliti Ilmu Politik Universitas Telkom ini menilai, pembangunan infrastruktur yglang diharapkan menyambungkan sumber-sumber ekonomi, juga terkait keterbukaan investasi, sebenarnya telah disampaikan Jokowi sejak lima tahun lalu terutama upaya menghilangkan kerumitan-kerumitan birokrasi.

"Hasilnya justru ironi dengan adanya kebangkrutan usaha, baik milik negara maupun swasta. Iklim ekonomi semacam ini seharusnya tidak terjadi jika apa yang presiden nyatakan lima tahun lalu benar-benar terimplementasi dengan baik," kritik Dedi.

Dedi menyebut, tiga tema utama pidato malam ini, infrastruktur, sumber daya manusia, dan persatuan Indonesia normatif.

Baca Juga: Paparkan Visi Kebangsaan, Jokowi Bakal Bahas Nasib Koalisi Indonesia Kerja

"Tidak ada penanda dari presiden bagaimana semua itu dapat terwujud oleh pemerintahan ke depan," imbuh Dedi.

Dedi mengkritik juga soal paparan Jokowi terkait Pancasila. Bagian ini dinilai normatif, tidak ada ide berbasis kebijakan bagaimana membangun indonesia tanpa diskriminasi, baik terkait keberagaman kultur, agama maupun terkait disabilitas.

"Hanya saja, presiden berhasil membawa kesadaran warga negara bahwa kesatuan lebih utama dibanding hal lain," imbuh Dedi.

Namun, Dedi melihat, pidato Jokowi ada beberapa yang membawa angin segar perubahan. Dedi melihat, ide menghubungkan infrastruktur dengan sumber ekonomi khusus cukup baik, dan itu yang memang diperlukan negara dengan kondisi kepulauan di Indonesia.

"Semangat kinerja presiden menjadi sinyal, bahwa kabinet 5 tahun mendatang akan ada perubahan, bisa jadi akan lebih banyak di isi tokoh-tokoh baru atau setidaknya tokoh dengan kapasitas menonjol di antara lainnya" papar dia.

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul, Bogor, Minggu (14/7) (MP/Kanu)
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul, Bogor, Minggu (14/7) (MP/Kanu)

Baca Juga: Kobarkan Semangat Persatuan, Jokowi Pastikan Indonesia Mampu Jika Rakyat Bersatu

Jokowi juga memahami kebutuhan SDM Indonesia saat ini, juga paham bahwa banyak anak bangsa potensial tidak ada di Indonesia, untuk itu ia menyinggung diaspora.

"Ini penanda baik, presiden berupaya menarik banyak anak bangsa untuk kembali berkontribusi langsung pada negara. Juga semangat beliau membangun SDM bahkan sejak dini, pengutamaan talenta menjadi hal baru, di mana sejauh ini lebih fokus pada pendidikan non talented," terang Dedi. (Knu)

#Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Berita Foto
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Djan Faridz usai menjalani pemeriksaan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Maret 2025
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Indonesia
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Jokowi diharapkan kembali berbaur dengan masyarakat di wilayah setempat.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Indonesia
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Presiden Joko Widodo akan kembali ke Solo setelah purnatugas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 Oktober 2024
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Indonesia
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Jokowi juga menggelar makan siang terakhir bersama jajaran menteri kabinet kerja
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 Oktober 2024
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Lifestyle
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo menanam pohon pulai di perkarangan Istana Negara Jakarta pada Kamis (17/10) atau sebelum berakhirnya masa jabatan.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Dalam narasinya disebutkan Jokowi marah karena Prabowo diam-diam memilih mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai wakil presiden (wapres) pengganti Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Indonesia
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 Oktober 2024
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Bagikan