MerahPutih Nasional- Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad meminta agar presiden Jokowi mengambil inisiatif dan langkah cepat untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, selain tidak dianggap menganut paham neoliberalisme, harga minyak dunia terus mengalami penurunan.
"Sebaiknya Jokowi menyesuaikan soal harga premium dan solar karena itu memberikan harapan buat rakyat bahwa pemerintahan jokowi tidak terlalu neoliberal," kata Herdi saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk "Menatap Masa Depan Indonesia Era Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla" di gedung Juang, Jakarta, Senin (22/12).
Untuk menghindari stigma pemerintahan neolib, kata Herdi, Jokowi harus secepatnya menurunkan harga BBM. Kenaikan harga BBM menjadi pukulan telak bagi masyarakat miskin karena setelah harga BBM dinaikkan kebutuhan pokok lainnya juga ikut naik. Hal terbut misalnya bisa dilihat dari kebutuhan pokok, semisal cabai, kadelai, tahu dan tempe di pasar-pasar tradisional.
"Saya minta secepatnya pemerintahan jokowi ini (menurunkan harga BBM). Paling tidak 1 Januari 2015. Tahun baru harapan baru, visi dan misi baru sesuai dengan koteks revolusi mental dan nawa cita dan Trisakti Bung Karno," pungkasnya.
Lebih lanjut, Herdi menambahkan Jokowi sebaiknya harga BBM pertamak untuk kelas menengah ke atas. Meski menaikan sebanyak Rp 2 ribu, kata Herdi, hal itu tidak akan membuat masyarakat marah karena ketika Jokowi menaikkan harga pertamak hal itu menujukkan kaum kaya mensubsidi rakyat miskin.
"Sudah waktunya golongan kaya mensubsidi golongan miskin. Saya yakin kalau naik Rp 1 ribu atau Rp 2 ribu mereka biasa saja. Tapi kalau rakyat miskin dinaikkan BBM nya, pasti menjerit," tutup dia sambari mengatakan bahwa Trisaksi Bung Karno seperti halnya pusaka suci. (MP/Hur)