MerahPutih.com – Kenaikan harga BBM non-subsidi kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Per 10 Juni 2026 lalu, Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.
Kondisi ini membuat banyak pemilik kendaraan mulai mencari cara untuk menekan biaya operasional harian, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Menjawab kebutuhan tersebut, BAIC BJ30 Hybrid menjadi solusi SUV yang menggabungkan ketangguhan berkendara dengan efisiensi energi.
Baca juga:
Segmen 4x4 Moncer, BAIC Indonesia Targetkan Pertumbuhan Penjualan Hampir 200 Persen di 2026
BAIC BJ30 Hybrid Bisa Jadi Solusi di Tengah Lonjakan Harga BBM
Saat harga Pertamax mencapai Rp 16.250 dan Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, BAIC BJ30 Hybrid dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang menginginkan mobilitas tinggi dengan biaya operasional lebih terjangkau.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya mengatakan, BJ30 Hybrid dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan SUV tangguh, nyaman, sekaligus efisien di tengah kenaikan harga BBM.
Kami percaya bahwa kendaraan masa kini harus mampu memberikan lebih dari sekadar performa. BAIC BJ30 Hybrid hadir sebagai jawaban atas kebutuhan konsumen yang menginginkan SUV tangguh, nyaman, sekaligus efisien di tengah kenaikan harga BBM.
ujar Dhani Yahya
BAIC BJ30 Hybrid mengandalkan teknologi HEV (Hybrid Electric Vehicle) yang mengatur penggunaan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik secara otomatis.
Salah satu keunggulan dari sistem ini adalah pengguna tidak perlu mencari stasiun pengisian daya listrik, karena baterai dapat terisi secara otomatis melalui sistem regeneratif saat kendaraan digunakan.
Baca juga:
BAIC BJ30 Hybrid Dilengkapi Kapasitas Baterai Memadai
Dukungan kapasitas baterai yang memadai juga diklaim mampu meningkatkan jarak tempuh sehingga perjalanan jarak jauh menjadi lebih efisien dan nyaman.
Sementara dari sektor performa, BJ30 Hybrid dibekali mesin 1.5L Turbo Hybrid (A156T2H-H1) berkapasitas 1.498 cc. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik tersebut menghasilkan tenaga hingga 403 HP dengan torsi puncak 685 Nm.
SUV lima penumpang ini menggunakan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dua percepatan, baterai 19 kWh, serta sistem penggerak FWD. Melalui spesifikasi tersebut, kendaraan mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 6,9 detik.
BAIC juga menyebut unit penggerak yang digunakan telah masuk dalam daftar "10 Mesin Terbaik di Tiongkok." Penghargaan tersebut menjadi bukti kemampuan rekayasa teknis yang mengedepankan performa, tingkat getaran rendah, serta durabilitas tinggi.
Baca juga:
Optimistis Penjualan Tumbuh 200 Persen di 2026, BAIC Bersiap Luncurkan EV Terkini
Konsumsi BBM BAIC BJ30 Hybrid Tembus 15,5 Km per Liter
Berdasarkan hasil pengujian resmi BAIC, BJ30 Hybrid mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 15,5 km per liter.
Angka tersebut dinilai cukup impresif untuk sebuah SUV berdimensi besar. Dengan efisiensi tersebut, pengguna dapat tetap menggunakan Pertamax yang saat ini dibanderol Rp 16.250 per liter, sehingga biaya operasional menjadi lebih terjangkau dibandingkan penggunaan BBM non-subsidi dengan harga di atas Rp 20.000 per liter.
Berikut ini adalah simulasi biaya BBM bulanan dengan jarak tempuh 1.500 km:
| Jenis Kendaraan/Bahan Bakar | Harga per Liter | Konsumsi BBM | Total Biaya (1.500 Km) |
|---|---|---|---|
| BAIC BJ30 Hybrid / Pertamax | Rp16.250 | 15,5 km/liter | Rp 1.572.580 |
| SUV Bensin / Pertamax Turbo | Rp20.750 | 10 km/liter* | Rp 3.112.500 |
| SUV Diesel / Dexlite | Rp23.000 | 12 km/liter* | Rp 2.875.000 |
| SUV Diesel / Pertamina Dex | Rp24.800 | 12 km/liter* | Rp 3.100.000 |
Berdasarkan simulasi tersebut, penggunaan BAIC BJ30 Hybrid disebut dapat menghemat hingga Rp 1,5 juta per bulan dibandingkan SUV konvensional yang menggunakan BBM non-subsidi kelas atas. (far)