MerahPutih.com - Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menyarankan Partai Golkar untuk segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari pengganti Ketua Umum Setya Novanto yang kini menjadi tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Minggu (19/11) malam.
“Saran saya lebih tepat di akhir 2017 Golkar segera menyelenggarakan Munaslub. Golkar harus punya itikad untuk menyelesaikan dan mengakhiri silang sengkarut di internal yang cukup menguras energi Golkar di tahun 2017. Tahun politik 2018 adalah lembaran baru guna menyongsong dan menatap masa depan partai Golkar,” ujar Pangi kepada wartawan, Rabu (22/11).
Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini, Idrus Marham yang telah ditunjuk sebagai Plt Ketum melalui rapat pleno yang digelar Selasa (21/11) kemarin hanya akan bertugas menyiapkan Munaslub.
"Yang sangat dinamis dan cukup sengit pertarungannya adalah pemilihan Ketua Umum Golkar definitif via Munaslub," tandas Pangi.
Pangi memprediksi, kendati Idrus Marham mempunyai kedekatan dengan Setnov, belum tentu diterima Presiden Joko Widodo. Sedangkan Airlangga Hartarto lebih dekat ke Jokowi dan bisa bekerjasama dengan pemerintah dan presiden.
"Nurdin Halid mungkin tidak menjadi pertimbangan karena Golkar tidak mau mengulang peristiwa hukum yang sama walaupun jabatan Nurdin Halid sebelumnya sebagai ketua harian," ungkapnya.
Idrus Marham, dikatakan Pangi, sangat kecil dan tipis peluangnya terpilih sebagai ketua umum Golkar definitif. Dia menilai, yang bakal terpilih nantinya tetap punya irisan ke presiden dan pemerintahan Jokowi.
"Kemungkinan ke depannya yang terpilih sebagai ketua umum definitif yang dekat dengan presiden dan bisa bekerjasama dengan pemerintah," jelas Pangi.
Dalam munaslub nanti, jelas Pangi, belum ada figur baru atau tokoh alternatif yang bakal berkontestasi secara elektoral. Menurut dia, Ade Komarudin, Idrus Marham dan Airlangga Hartato akan kembali bertarung dalam Munaslub pemilihan Ketua Umum Golkar definitif.
Pangi juga mengingatkan, peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menentukan Ketua Umum yang akan dipilih dalam Munaslub juga penting. Menurut dia, JK akan menjadi decision maker dalam pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.
"Jika ada campur tangan JK, maka Akom kemungkinan besar akan terpilih sebagai ketua umum. Dengan begitu akan terjadi tarik-menarik kepentingan dalam munaslub," ucap Alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) ini.
“Setnov tentu akan memilih Idrus Marham sebagai ketua umum, sedangkan dari pihak JK akan lebih condong kepada Akom. Pertarungan di Munaslub akan sangat menarik. Tinggal menunggu ‘kode’ dan siapa yang akan mendapat restu dari Presiden Jokowi,” tambahnya.
Lebih lanjut Pangi menuturkan, kerja keras ketua umum definitif telah menanti di tahun politik 2018 untuk menyusun struktur pileg dan pilpres serta menyiapkan mapping elektoral agar bisa menang dalam pemilu pileg dan pilpres yang dilaksanakan serentak.
“Namun yang jelas, jangan sampai ketua umum definitif hasil munaslub mengulang potensi hukum yang sama. Pilihlah ketua umum yang berintegritas, kredibel dan punya kapabilitas serta mampu membangkitkan trust building, memantik animo kepercayaan pemilih Golkar, sehingga Golkar minimal bisa masuk tiga besar partai pemenang pemilu 2019,” pungkas Pangi. (Pon)

