MerahPutih.com - Penampilan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat pilpres keempat semalam menuai sorotan publik. Bukan karena gagasan gemilang yang dilontarkan, melainkan publik ramai mengkritik strategi Gibran menyerang cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai Gibran dalam penampilan debatnya justru mengulang keprihatinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai debat calon presiden putaran ketiga tidak edukatif karena banyak menyerang personal.
Baca Juga:
Gibran Janji Buka 19 Juta Lapangan Kerja, Porsi Green Jobs 5 Juta
Menurut Ray, ironisnya harapan Jokowi yang ingin debat pilpres lebih memberikan pendidikan politik untuk masyarakat akhirnya malah pupus di tangan putra sulungnya sendiri.
“Saya jadi teringat komentar pak Jokowi atas debat ketiga sebelumnya. Pak Jokowi menyatakan agar di dalam debat tidak ada serangan personal dan bertujuan untuk pendidikan politik,” kata Ray dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/1).
Dalam debat semalam, Ray melihat penampilan Gibran bersifat terbuka dan bahkan cenderung menyerang. Sedangkan, Cak Imin dan Mahfud mengambil sikap defensif meskipun banyak menerima sindiran dari Gibran.
“Mungkin karena terlalu bersemangat itulah, Gibran akhirnya mendapat dua kali teguran moderator. 1. Soal etika podium, 2. Soal tata cara bertanya,” ucap Ray.
Baca juga:
Gibran Sindir Cak Imin Nyontek Catatan saat Debat, TKN: Itu Candaan
Selain serangan secara verbal, kata dia, Gibran juga menyerang lawan debat dengan gestur yang terlalu bersemangat. Menurut Raay, Wali Kota Solo itu memperlihatkan gimmick yang seolah-olah sedang mencari jawaban dari Mahfud atas pertanyaan soal greenflation atau inflasi hijau.
“Ada gerakan seolah sedang mencari-cari sesuatu di sekeliling yang menandakan Gibran sedang mencari-cari jawaban Mahfud atas pertanyaan Gibran. Nampaknya, sikap Gibran ini banyak mendapat perhatian nitizen sebagai terlalu bersemangat,” tuturnya.
Di sisi lain, lanjut Ray, Cak Imin jauh lebih siap dalam menghadapi debat. Dia menilai Cak Imin lebih berkembang dibandingkan debat sebelumya karena berhasil menjawab ledekan Gibran dengan bahasa canda yang penuh makna.
“Ada perkembangan dari debat pertama. Dua celetukan Cak Imin soal Gibran lumayan menggelitik. Kesatu, yang penting bukan catatan dari Mahkamah Konstitusi. Kedua,Keberlanjutan kekuasaan,” ungkap Ray.
Sementara itu, diungkapkan Ray, Mahfud tampil memukau seperti biasanya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu dinilai menguasai aspek dalam debat yaitu penguasan materi dan cara penyampaian data.
“Pak Mahfud layak dinobatkan sebagai pemenang dalam debat ini. Dan karenanya mendapat poin 3. Cak Imim dan Gibran seimbang, mandapat poin masing-masing 1,” pungkasnya. (Pon)
Baca juga:
Gibran Klaim Banyak Lontarkan 'Counter Attack' di Debat Cawapres