Headline

Pengamat Kritik Jokowi dan Prabowo Terkait Tantangan Pangan Masa Depan

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 21 Februari 2019
 Pengamat Kritik Jokowi dan Prabowo Terkait Tantangan Pangan Masa Depan

Petani menjemur jagung hasil panennya di Mranggen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/11). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Masalah pangan termasuk salah satu topik yang gagal dipaparkan Jokowi dan Prabowo dalam debat capres kedua. Kedua calon presiden itu dinilai menghindari topik pangan padahal tantangan utama Indonesia di masa depan terletak pada ketersediaan pangan.

Pengamat pertanian Khudori secara gamblang mengkritik Jokowi dan Prabowo yang dianggapnya belum bisa memberikan jawaban atas tantangan pangan di masa depan.

"Kedua pasangan saya kira belum mengelaborasi tantangan pangan ke depan seperti apa. Padahal penduduk kita ada 280 juta dengan kelas menengah yang bertambah, itu menuntut tambahan pangan yang tidak kecil," papar Khudori dalam diskusi di Jakarta, Kamis (21/2).

Para petani menjemur padi
Petani sedang menjemur gabah (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Selain mengenai tambahan pasokan pangan, tantangan lain yang muncul yakni penyediaan pangan yang harus mudah dan merata ke penjuru Nusantara. Stok pangan menjadi masalah serius jika tidak dipersiapkan secara matang dari saat ini.

"Hal itu kemarin tidak muncul saat di debat. Juga bagaimana kedua pasangan mendesain pangan ke depan di mana sumber-sumber protein dipenuhi dari dalam negeri, termasuk produksi dan stoknya tidak muncul di debat," ungkapnya.

Hal lain yang perlu jadi perhatian kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, lanjut Khudori, adalah mengenai kesejahteraan petani di masa depan.

Menurut Khudori sebagaimana dilansir Antara, kesejahteraan petani harus jadi perhatian. Begitu pula mengenai regenerasi petani lokal lantaran saat ini 30 persen petani memasuki usia senja.

"Petani kita di ujung senja. 30 persen berusia 54 tahun dan sebanyak 73 persen hanya lulusan SD atau bahkan tidak lulus SD. Bagaimana kedua calon mendesain kesejahteraan petani ke depan, ini tidak muncul (di debat)," pungkasnya.(*)

Baca berita menarik lainnnya dalam artikel: Budiman Sudjatmiko Ibaratkan Prabowo Striker Yang Gak Bisa Bikin Gol

#Stok Pangan #Data Pangan #Rawan Pangan #Presiden Jokowi #Prabowo Subianto
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Apabila seluruh perizinan rampung sesuai rencana, proses pembelian sapi akan dapat dimulai pada Februari.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Penuhi Pasokan Daging di 2026, Pemprov DKI bakal Impor 7.500 Sapi dari Australia
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Indonesia
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo menyoroti adanya korupsi selama bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina dan sektor energi Indonesia, termasuk manipulasi harga impor minyak.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Indonesia
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan dukungan margin penugasan tersebut sebagai bentuk penguatan terhadap peran Bulog.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Indonesia
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Saat ini, sekitar 15 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Olahraga
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bonus atlet SEA Games 2025 kini sudah cair. Ketum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, ini adalah wujud perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bagikan