Pengamat: Jangan Harap Ada Perubahan di Pemerintahan Jokowi

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Senin, 22 Desember 2014
Pengamat: Jangan Harap Ada Perubahan di Pemerintahan Jokowi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Peneliti Pusat Kajian Universitas Trisaksi, Juliaman Saragi, mengingatkan kembali terhadap langkah kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang sudah dan akan datang. Sebab dalam sudut pandang realisme politik, sebuah kebijakan yang diambil adalah bersififat kompromistis.

"Tidak akan ada perbubahan radikal dalam satu tahun ini kalau itu dilihat dari realisme politik," kata Juliaman saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk "Menatap Masa Depan Indonesia Era Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla" di Gedung Juang, Jakarta, Senin (22/12).

Kendati demikian, Jualiaman menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi-JK yang baru berjalan dua bulan lebih ini tidak bisa dijastifikasi sebagai pemerintahan yang gagal. Jokowi memang sudah mengambil langkah kebijakan menaikkan harga bahan bakar minya (BBM) dan menaikan tarif dasar listrik. Kenaikan harga BBM ini sudah jelas cukup berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

"Soal BBM, kenapa bbm harus dinaikkan. Ini biaya hidup pasti naik. Dan itu adalah tugas kita menjelaskan ke publik," katanya.

Juliaman juga menambahkan tentang keberadaan politik yang kompromistis. Dikatakannya, jika terjadi perbedaan pandangan, misalnya tentang sebuah kebijakan, di sana dapat dipastikan ada sebuah kompromi. Kompromistik politik itu, kata dia jangan hanya ditingkat elitnya saja.

"Tapi kita juga harus menjadi bagian dalam kompromi itu. Jadi jangan hanya elit saja. Kita harus berperan aktif untuk menjalankan cita-cita bangsa ini," pungkasnya.

Untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, Juliaman juga mengingatkan agar pemerintah ataupun masyarakat tidak menyelekan hal-hal yang bersifat remeh-temeh. Jika ada peluang untuk masuk pada sistem demokrasi, maka hal tersebut harus diambil. Apalagi seperti yang dipraktikkan kau elit selama ini, dunia politik bukanlah sesuatu yang mudah.

"Yang paling penting adalah bagamana memperkuat civil socoiety. Perbuahan-perubahan atau kebijakan ini jangan hanya diambil oleh elit saja. Perubahan itu tidak hanya dimulai dari yang besar, tapi dari hal-hal kecil. Sekecil apapun ruang demokrasi, itu harus diambil," katanya. (MP/Hur)

#Jusuf Kalla #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
JK membeberkan hasil pertemuan dengan Prabowo. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan proyek energi nasional bernilai hingga Rp 70 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Presiden ke-7 RI, Jokowi, menanggapi statement Jusuf Kalla. Ia menyebut bahwa Jokowi menjadi presiden berkat dirinya.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Indonesia
JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Istilah termul yang digunakan JK itu merujuk kepanjangan dari Ternak Mulyono. Adapun, Mulyono merupakan nama masa kecil Jokowi yang akhirnya diganti oleh orang tuanya karena sering sakit-sakitan
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
 JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Indonesia
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Politikus Gerindra Wihadi Wijanto menegaskan APBN Indonesia masih kuat dan mampu menahan dampak kenaikan energi global, merespons usulan Jusuf Kalla soal kenaikan BBM.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 April 2026
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Indonesia
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan pihaknya tidak mau berspekulasi soal sosok orang besar di balik ijazah palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Indonesia
PMI Buka Rekening Bantuan Buat Iran, Gandeng Pakistan Buat Beli Obat-Obatan
JK menyampaikan bahwa minggu ini, tim PMI akan ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pengadaan obat-obatan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
 PMI Buka Rekening Bantuan Buat Iran, Gandeng Pakistan Buat Beli Obat-Obatan
Indonesia
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) geram namanya ikut diseret-seret dalam kasus polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)
Wisnu Cipto - Rabu, 08 April 2026
Geram Dituduh Bohir Ijazah Palsu Jokowi, JK Polisikan Rismon Sianipar
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Berita Foto
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 Maret 2026
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Bagikan