Penerima MBG Bisa Review lewat Aplikasi, BGN Dapat Laporan Pengiriman Makanan Telat

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Penerima MBG Bisa Review lewat Aplikasi, BGN Dapat Laporan Pengiriman Makanan Telat

Wakil Kepala BGN Sonny Sanjaya/ dok BGN

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BDAN Gizi Nasional (BGN) mengengembangan aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik). Sistem tersebut dikembangkan untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan kewaspadaan seluruh Kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan yang diterima para penerima manfaat.

Aplikasi tersebut memungkinkan proses pengawasan kualitas dilakukan secara langsung oleh pihak penerima manfaat di lapangan. Pengguna aplikasi merupakan PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah dan kepala posyandu (kaposyandu).

Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan melalui sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem. Adapun indikator penilaian dalam aplikasi meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan.

“Dengan sistem tersebut, evaluasi kualitas MBG dapat dilakukan secara cepat dan terukur,” jelas Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/5)

Baca juga:

Program Makan Bergizi Gratis Dikritik, Hashim: Kelemahan Itu Hal Wajar


Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu (23/5), tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.

Data lain juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen atau sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu maupun lebih awal. Hanya 35 laporan yang mencatat keterlambatan distribusi.

Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Sementara itu, pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan layak dan sesuai standar.

Sementara itu, dari sisi rasa makanan, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal melalui peningkatan awareness para pelaksana program, tetapi juga diperkuat melalui kontrol eksternal dengan melibatkan langsung pihak penerima manfaat.

Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG.

“Dengan demikian, Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony Sonjaya.(knu)




Baca juga:

DPR Tagih Transparansi Badan Gizi Nasional Soal Penutupan Satuan Pelayanan Gizi

#Badan Gizi Nasional #Makan Bergizi Gratis #SPPG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Kepala BGN Sudaryono resmi memberi akses kader Posyandu untuk mengawasi dapur SPPG dan mendata penerima Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Indonesia
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
BGN mengembalikan Rp 160,37 miliar ke kas negara atas temuan BPK RI. Hal itu terkait penemuan rekening ganda di 75 SPPG.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
Indonesia
Keracunan MBG di Cirebon, Komisi IX DPR Desak SPPG Ditutup Permanen
Komisi IX DPR mendesak SPPG ditutup permanen usai terjadinya keracunan MBG di Cirebon.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Keracunan MBG di Cirebon, Komisi IX DPR Desak SPPG Ditutup Permanen
Indonesia
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
DEN menemukan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
IDN menilai pemerintahan Prabowo-Gibran berada di jalur yang benar setelah dua tahun, tetapi menekankan perlunya evaluasi dampak MBG, Sekolah Rakyat, dan KDMP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Pemerintah menyiapkan empat langkah pembenahan MBG, mulai dari pemerataan wilayah 3T, penertiban SPPG, peningkatan mutu makanan, hingga validasi data penerima.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Indonesia
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Kesiapan dapur, sekolah, tenaga pendamping, hingga peralatan menjadi pertimbangan sebelum mekanisme penyajian tersebut diterapkan kepada siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Indonesia
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatra, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Bagikan