Penembakan Brutal di Kompleks Rumah Sakit di Oklahoma, Empat Orang Tewas
Petugas bekerja di lokasi penembakan di Klinik Warren di Tulsa, Oklahoma, Rabu (1/6). ANTARA/Reuters/Michael Noble Jr/as
MerahPutih.com - Kasus penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini berlokasi di sebuah kampus rumah sakit milik St. Francis Health System di Tulsa, Oklahoma, Rabu (1/6) waktu setempat.
Dikutip ABC News, pelaku menembak dengan menggunakan senapan. Korban hingga berita ini diturunkan sebanyak 4 orang tewas termasuk pelaku. Namun, polisi setempat tidak menjelaskan bagaimana pelaku bisa ikut meninggal dunia.
Baca Juga
"Kami juga menemukan (seseorang) yang diyakini sebagai penembak dan masih meyakini dialah penembaknya, karena dia membawa sebuah senapan laras panjang dan sepucuk pistol," kata Kapten Richard Meulenberg dilansir Antara, Kamis (2/6).
Meulenberg melanjutkan, tempat kejadian seperti bencana. Banyak orang yang tertembak dan terluka.
Baca Juga
Pelaku Teror Penembakan Subway New York Ditangkap Setelah 30 Jam Buron
Presiden Joe Biden telah diberi tahu tentang penembakan itu. Gedung Putih juga siap memberikan bantuan kepada pemerintah setempat.
Insiden di Tulsa itu menyusul dua penembakan massal lain pada Mei yang mengejutkan warga AS dan memicu perdebatan tentang pengendalian senjata.
Pekan lalu, seorang pria bersenjata menewaskan 19 anak dan dua guru di sebuah sekolah dasar di Uvalde, Texas. Sebelumnya pada bulan yang sama, seorang penembak menewaskan 10 orang di sebuah toko swalayan di Buffalo, New York. (*)
Baca Juga
Polisi Harus Bongkar Jual Beli Senjata di Balik Penembakan Aparat Dishub di Makassar
Bagikan
Berita Terkait
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso 'Eyang Meri' Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Bahar bin Smith Tersangka Kasus Pemukulan Banser, Dijerat Pasal Berlapis
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang