Penelitian: 10 Menit di Ruang Terbuka Bisa Usir Stres

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 22 Maret 2020
Penelitian: 10 Menit di Ruang Terbuka Bisa Usir Stres

Menghilangkan 'stres' dengan berada 10 menit di tempat terbuka (Foto: Pexels/Krivec Ales)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA masih duduk di bangku sekolah, pasti sempat terlintas untuk cepat-cepat menjadi seorang mahasiswa. Karena tak perlu lagi memakai seragam, bisa memilih kelas siang atau malam tanpa harus bangun di pagi buta. Namun, bagaimana jika kamu dihadapkan dengan kenyataan kehidupan mahasiswa yang sesungguhnya?

10 Menit di Ruang Terbuka Bisa Usir Stres
Menjadi mahasiswa tidak mudah dan sesimple di film (Foto: Pexels/pixabay)

Menjadi seorang mahasiswa tidak semudah yang kamu pikirkan dan tidak sesederhana seperti cerita-cerita yang ada di dalam film atau dalam novel. Ketika kamu menjadi seorang mahasiswa, tentunya kamu telah memasuki masa transisi dari remaja menuju dewasa dimana kamu akan mengalami sejuta dilema dalam menentukan tujuan hidupmu sendiri.

Baca juga:

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Pandemi COVID-19

Dalam masa transisi ini, kamu akan dituntut untuk bisa menentukan pilihan dan menentukan prioritas yang akan menentukan kehidupanmu yang akan datang.

Ketika menjadi seorang mahasiswa, kamu akan memiliki waktu yang tidak banyak namun tetap harus bisa membagi waktu antara tugas kuliah, organisasi, dan ngumpul bersama teman-teman.

Lantas, apa yang akan terjadi jika seorang mahasiswa tidak bisa menentukan prioritasnya sendiri? tentunya semua akan berantakan, dari nilai hingga wisuda yang tertunda.

10 Menit di Ruang Terbuka Bisa Usir Stres
Mahasiswa rentan mengalami depresi (Foto: Pexels/tophee marquez)

Hal ini bisa menyenbakan seorang mahasiswa mengalami stres, depresi, rasa cemas yang tinggi hingga merasa tak percaya diri. Melansir laman The Guardian, pada umumnya semua orang akan mengalami fase ini ketika memasuki umur 20-an dimana hal ini disebut sebagat quarterlife crisis.

Mengutip tulisan Carly Wood di laman The Conversation, berdasarkan data yang ada, dalam 10 tahun terakhir di Inggris terdapat peningkatan lima kali lipat jumlah mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti tingkat kecemasan yang tinggi, depresi dan skizofrenia.

Baca juga:

Hidup Begini-gini saja? Mungkin ini Penyebabnya

Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh American College Health Association (ACHA), yang dituliskan Carly Wood dalam laman The Conversation, menemukan bahwa gangguan kesehatan mental pada mahasiswa di Amerika Serikat sudah sampai tahap dimana banyaknya mahasiswa yang mengalami putus asa hingga mempertimbangkan untuk bunuh diri.

10 Menit di Ruang Terbuka Bisa Usir Stres
10 menit berada di luar ruangan akan membuat seseorang lebih bahagia (Foto: Pexels/sharefaith)

Dalam tulisannya yang terdapat di laman The Conversation, Carly Wood menuliskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cornell Ithaca, New York, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa akan meningkat lebih baik jika terpapar dengan alam sekitar 10 menit dalam sehari.

Hal ini dibuktikan dengan berada di luar rumah dan berada di lingkungan alam terbuka akan membantu mengurangi kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh seseorangdan meningkatkan kesehatan mental seseorang.

Tak hanya itu, jika kamu berada berada di lingkungan terbuka dalam jangka waktu 10 hingga 20 menit dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan suasana hati. (Bel)

Baca juga:

Semua Orang Sukses dan Bahagia Miliki Orang Tua Seperti Ini

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan