Pendukung Anies Dipolisikan Gara-gara Hina Dewi Tanjung cs

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 18 Januari 2020
 Pendukung Anies Dipolisikan Gara-gara Hina Dewi Tanjung cs

Massa dari Bang Japar saat menggelar aksi di Balai Kota (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali dipolisikan. Pelaporan tersebut sebagai buntut pernyataan sejumlah pendukung Anies saat berunjuk rasa di Balai Kota, Selasa (14/1) lalu.

Menurut Dewi Tanjung dan kawan-kawannya, pernyataan pendukung Anies untuk melengserkan Presiden Joko Widodo tidak sesuai dengan konteks aksi demo.

Baca Juga:

DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Konsep Penataan Jalan Sabang

"Kemarin itu adalah demo, tidak ada urusannya dengan masalah presiden (Demo) dalam rangka banjir dan yang didemo itu adalah gubernur, tidak ada kaitannya dengan masalah presiden di dalam konteks itu," kata Koordinator APP, Suhadi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/1).

Dewi Tanjung cs melaporkan pendukung Anies ke Polda Metro Jaya
Kader PDIP Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya (Foto: antaranews)

Dalam laporannya, Suhadi membawa barang bukti berupa foto serta flashdisk berisi rekaman video. Laporan diterima dengan nomor LP/330/I/YAN.2.5/2020/SPKTPMJ tanggal 17 Januari. Dimana, dalam laporan tersebut terlapor adalah Anni Hasanah Setiati.

Pasal yang dilaporkan adalah terkait tindak pidana ujaran kebencian Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Menurut Suhadi, kasus ini bermula dari adanya aksi unjuk rasa yang digelar massa Jakarta Bergerak terkait masalah banjir, di DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020) kemarin. Massa yang didominasi ibu-ibu itu memprotes kinerja pemerintah DKI Jakarta -Gubernur Anies Baswedan- dalam menangani masalah banjir.

"Demo yang dilakukan ibu-ibu korban banjir itu hanya sekadar memberikan tuntutan, semacam meluapkan emosinya," ungkapnya.

Namun, tambah Suhadi, ternyata ada massa tandingan yang digelar sekelompok ibu-ibu pro Anies Baswedan, di lokasi.

"Mereka itu bukan hanya membuat tandingan demo, tapi sudah mengarah kepada hal-hal yang menurut saya tidak patut, tidak pantas dilakukan. Misalnya, dia membawa semacam pamflet yang terbuat dari karton, di situ dituliskan, 'kalau gubernur Anies diturunkan, kita akan turunkan presiden lo'. Ini kan tidak pantas," katanya.

Baca Juga:

Terinspirasi Lengsernya Soeharto, Dewi Tanjung Percaya Diri Turunkan Anies

Menurut Suhadi, pemilihan presiden sudah diuji dan sah secara konstitusional. Hasilnya, Jokowi sebagai Presiden Indonesia.

"Kok, kenapa (Jokowi) dibawa-bawa. Dan, kenapa juga bisa mengatakan itu presiden lo, tidak boleh. Itu presiden Indonesia. Presiden rakyat Indonesia. Jujur kami merasa dirugikan dengan ucapan-ucapan seperti itu. Makanya itu yang menjadi obyek laporan," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Anies Diteriaki ' Gubernur Rasa Presiden' oleh Massa di Balai Kota

#Banjir Jakarta #Anies Baswedan #Aksi Unjuk Rasa #Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tunjuk Komjen Prof Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya baru. Cek profil lengkap dan rekam jejak akademisnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
 Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Indonesia
Viral Seorang Taksi Online Dibegal dan Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku
Modus operandi pelaku bermula saat AA meminta tolong kepada seorang saksi di perempatan Ciledug untuk memesankan taksi daring.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Viral Seorang Taksi Online Dibegal dan Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku
Indonesia
Jadwal SIM Keliling Jakarta Rabu, 7 Oktober 2026: Lokasi, Syarat, dan Biaya Perpanjangan
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menyediakan layanan SIM Keliling di lima lokasi Jakarta pada Rabu (7/10).
Yusuf Abdillah - Rabu, 07 Oktober 2026
Jadwal SIM Keliling Jakarta Rabu, 7 Oktober 2026: Lokasi, Syarat, dan Biaya Perpanjangan
Indonesia
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Demo di Gedung MPR/DPR akan berlangsung 6-8 Oktober 2026. Polisi pun menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Indonesia
SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Minggu 4 Oktober 2026, Cek Lokasi, Syarat, dan Biayanya
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menyediakan layanan SIM Keliling di dua lokasi Jakarta pada Minggu (4/10).
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Minggu 4 Oktober 2026, Cek Lokasi, Syarat, dan Biayanya
Indonesia
Polisi Simpulkan Kematian Sutrimo ART Eks Jampidsus Sakit Jantung, Dipicu Kafein Bukan Racun
Polda Metro Jaya menyimpulkan kematian Sutrimo, ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, murni akibat penyakit jantung iskemik dan tidak ada unsur pidana.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Polisi Simpulkan Kematian Sutrimo ART Eks Jampidsus Sakit Jantung, Dipicu Kafein Bukan Racun
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut KRL Bekasi, Polisi Ungkap Soal Pengereman
Polisi menetapkan masinis KA Anggrek sebagai tersangka tabrakan KRL di Bekasi yang menewaskan 16 orang. Penyidik menyoroti pengereman dari jarak 263 meter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut KRL Bekasi, Polisi Ungkap Soal Pengereman
Indonesia
Polda Metro Jaya Siapkan 8 Kantong Parkir untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK
Polda Metro Jaya menyiapkan 8 kantong parkir untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK. Simak lokasi dan kapasitas motor serta mobil yang tersedia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Polda Metro Jaya Siapkan 8 Kantong Parkir untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK
Indonesia
Viral Bedah Buku Feby Indriani Dibubarkan, Polisi Endus Dugaan Penistaan Agama
Pembubaran diskusi buku Feby Indriani di Bogor berbuntut panjang! Polda Metro Jaya turun tangan usut dugaan penistaan agama dan ancaman SARA.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Viral Bedah Buku Feby Indriani Dibubarkan, Polisi Endus Dugaan Penistaan Agama
Bagikan