Pencopotan Dua Jenderal Bukti Negara Tak Main-main Hadapi Rizieq Shihab
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana (tengah) memberikan keterangan pers kepada media di Mako Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
MerahPutih.com - Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta turut menyoroti pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat gegara acara Rizieq Shihab. Menurut Stanislaus, pencopotan dua kapolda tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah tak main-main dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Keputusan yang tepat dan menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak main-main dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya, Selasa (17/11)
Stanislaus menyebut, pencopotan ini langkah tegas dari negara sekaligus peringatan kepada pejabatnya untuk tidak main-main dalam situasi pandemi COVID-19.
Baca Juga
"Langkah tegas ini perlu karena sudah bukan saatnya lagi penegak hukum bergerak pada tatanan imbauan, saat ini yang harus dilakukan adalah tindakan," terang Stanislaus.
Ia juga melihat, penunjukkan Irjen Fadil Imran jadi Kapolda Metro Jaya tentu sudah melalui kalkulasi terutama untuk menempatkan orang yang tepat sehingga bisa menangani ancaman dan kerawanan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Siapapun juga yang terbukti melakukan pelanggaran UU atau aturan lain dalam situasi pandemi COVID-19 ini harus ditindak tegas," ungkap Stanislaus.
Menurutnya, pencopotan tersebut juga harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah perihal protokol kesehatan. Sebab, dua Kapolda itu sudah menjadi bukti bahwa mereka tidak becus menjalankan tugas dari pemerintah pusat.
“Ini harus menjadi peringatan keras bagi pejabat lain untuk serius dalam mengawal protokol kesehatan,” lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, Kepala Polri Jenderal Idham Azis mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Pencopotan keduanya tertuang dalam telegram dengan nomor ST/ 3222/XI/KEP./2020 tangga 16 November 2020.
“Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakan protokol kesehatan maka diberikan sanksi berupa pencopotan yaitu Kapolda metro jaya. kemudian Kedua Kapolda Jawa barat,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Senin (16/11).
Selanjutnya, Irjen Nana Sudjana menempati jabatan baru sebagai Koorsahli Kapolri. Sementara Irjen Rudy Sufahriadi menempati jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri.
Baca Juga
“Kemudian, Irjen Mohammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur sebagai pejabat baru yang diangkat sebagai Kapolda Metro Jaya. Pengantinya adalah Irjen Ahmad Dofiri, sebagai Aslog Kapolri, (diangkat) sebagai Kapolda Jawa Barat,” sambungnya. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Diluncurkan di Seluruh Indonesia, Momentum tepat Buktikan Polisi Sosok Empatik terhadap Semua Gender
Kapolri Luncurkan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak Serta Pidana Perdagangan Orang di 11 Polda dan 22 Polres
Kapolri Naikkan Pangkat Anggota Polisi Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
Polri Pastikan Layanan 110 Bisa Diakses Seluruh Warga Indonesia Tanpa Biaya
Polri Sudah Paten Tapi Budaya Kerja Masih ‘Lelet’, DPR Minta Reformasi Mental
Komisi III DPR Cermati Usulan Penambahan Wakapolri Jadi 2 Orang
Pakar Usul Kapolri Didampingi 2 Wakapolri, Mudahkan Pematauan Penyimpangan
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api
Akui Kinerja Polisi Jauh dari Harapan, Kapolri Minta Maaf dan Janji tak Baper Terima Kritikan Publik
Belasan Ribu Polisi Diperintahkan Tetap di Lokasi Bencana Sumatra sampai Kondisi Benar-Benar Pulih