Penambahan Kewajiban Program Lokal Dianggap Membebani Industri Televisi

Eddy FloEddy Flo - Senin, 23 Januari 2017
 Penambahan Kewajiban Program Lokal Dianggap Membebani Industri Televisi

Komisi Penyiaran Indonesia (MP/Eddy Flo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kalangan industri televisi menolak usulan penayangan konten lokal sebanyak 20% sebagaimana yang diusulkan dalam draf revisi undang-undang penyiaran (versi 7 Desember 2016). Ketua ATVSI, Ishadi SK, mengatakan bahwa kewajiban tersebut sangat membebani industri penyiaran. “Kewajiban 20% konten lokal ini akan memunculkan additional cost yang sangat besar”, ujar Ishadi. CEO Trans Media ini berpendapat, penayangan konten lokal cukup 10% saja dari jam siaran selama satu hari, sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini.

Pendapat berbeda atas usulan ini datang dari anggota KPI Pusat, Hardly Stefano Pariela. Pria asal Maluku ini menilai justru salah satu bentuk penguatan NKRI adalah dengan memperbanyak konten-konten lokal di televisi. “Saat ini siaran televisi kita sangat Jakarta Sentris”, ucap Hardly. Padahal, jika televisi diyakini sebagai produsen budaya, seharusnyalah konten-konten siaran yang memuat kekhasan daerah dan kearifan lokal hadir lebih banyak di tengah masyarakat melalui medium televisi.

Kedua pendapat tersebut disampaikan Ishadi dan Hardly dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia yang mengambil tajuk “Revisi Undang-Undang Penyiaran”, (21/1). Sejatinya dalam diskusi tersebut hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Wakil Ketua Komisi I, Meutiya Hafidz. Namun pada kesempatan tersebut keduanya berhalangan hadir.

Pertemuan KPI dengan Penyelenggara Program Televisi
Salah satu dialog KPI dengan penyelenggara program televisi (MP/Eddy Flo)

Kritisi dari ATVSI terhadap draf Undang-Undang Penyiaran adalah munculnya kewajiban universal service obligation (USO) sebesar 1,75% dari pendapat kotor lembaga penyiaran per tahun. Menurut Ishadi, jasa penyiaran haruslah dibedakan dengan jasa telekomunikasi. “Stasiun televisi free to air tidak memungut jasa apapun kepada penonton televisi”, ujar Ishadi. Hal yang berbeda terjadi pada jasa telekomunikasi yang memungut biaya pada konsumen. Belum lagi, tambahnya, selama ini setiap stasiun televisi sudah dibebani dengan BHP dan IPP sebesar rata-rata lima miliar rupiah tiap tahun. Tentnya kewajiban USO ini sangat memberatkan industri pertelevisian di negeri ini.

Namun demikian, ATVSI mendukung adanya penguatan KPI dalam revisi undang-undang tersebut. “Sebagai lembaga independen, mewakili aspirasi dan kepentingan publik, KPI harus terus menerus diperkuat dan dijaga eksistensinya”, tutur Ishadi. Harapan ATVSI, KPI juga terus menjaga dan meningkatkan kapasitasnya sebagai wakil publik yang mengatur urusan penyiaran.

Bagi KPI sendiri, peningkatan kewajiban penayangan konten lokal yang ditegaskan melalui regulasi patut diapresiasi. Hardly berharap, lembaga-lembaga rating yang ada juga berbenah dengan ikut melakukan perluasan jangkauan pemeringkatan. “Termasuk juga dengan memberikan penilaian rating atas konten-konten lokal ini”, ujarnya. Selama ini salah satu keberatan industri dalam menyiarkan konten lokal adalah ketiadaan currency dari lembaga rating yang menyebabkan program-program tersebut tidak dapat dijual pada pengiklan. Padahal, jika bicara soal ke-Indonesia-an saat ini, justru konten lokal harus ditingkatkan. “Sehingga masyarakat dan generasi muda juga bahwa keberagaman budaya dan kebhinekaan kita adalah sumber kekuatan bangsa ini untuk tetap eksis dan bertahan hingga saat ini”, pungkas Hardly.(Irna)

#KPI #ATVSI #Televisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Mengudara Lebih dari 4 Dekade, MTV Tutup Seluruh Channel Musik di Eropa
Akhir dari hampir 44 tahun perjalanan MTV sebagai simbol budaya pop dan televisi musik dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Oktober 2025
Mengudara Lebih dari 4 Dekade, MTV Tutup Seluruh Channel Musik di Eropa
ShowBiz
Antara Tekanan Finansial dan Politik, ’The Late Show with Stephen Colbert’ Henti Tayang Mei 2026 Menandai Akhir Sebuah Era
Di masa jabatan kedua Trump, Colbert tetap menjadi pengkritik vokal.
Dwi Astarini - Jumat, 18 Juli 2025
Antara Tekanan Finansial dan Politik, ’The Late Show with Stephen Colbert’ Henti Tayang Mei 2026 Menandai Akhir Sebuah Era
ShowBiz
Alami Tekanan Finansial, 'CBS' Akhiri 'The Late Show with Stephen Colbert’, Mei 2026
Keputusan ini diumumkan hanya dua minggu setelah perusahaan induk CBS, Paramount, menyelesaikan gugatan hukum yang diajukan Presiden Trump terhadap 'CBS News'.
Dwi Astarini - Jumat, 18 Juli 2025
  Alami Tekanan Finansial, 'CBS' Akhiri 'The Late Show with Stephen Colbert’, Mei 2026
Indonesia
KPID DKI Temukan Indikasi Pelanggaran Siaran di 10 Hari Pertama Ramadan
Adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah lembaga penyiaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Maret 2025
KPID DKI Temukan Indikasi Pelanggaran Siaran di 10 Hari Pertama Ramadan
Indonesia
Masyarakat Sambut Positif Lagu 'Indonesia Raya' Berkumandang Serentak di Televisi
Warganet menyambut positif rencana Presiden Prabowo untuk menyiarkan lagu Indonesia Raya setiap jam 6 pagi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 15 Desember 2024
Masyarakat Sambut Positif Lagu 'Indonesia Raya' Berkumandang Serentak di Televisi
Indonesia
KPK Pastikan Keamanan Data Responden SPI 2024
Survei diharap dapat memberi pandangan objektif
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 September 2024
KPK Pastikan Keamanan Data Responden SPI 2024
Video
Johnny Wactor Tewas Ditembak saat Hentikan Pencurian
Johnny Wactor, aktor yang dikenal melalui perannya di serial TV 'General Hospital', meninggal dunia pada usia 37 tahun. Ia tewas ditembak saat menghentikan perampokan di Los Angeles, Amerika Serikat.
Rezita Kesuma - Rabu, 29 Mei 2024
Johnny Wactor Tewas Ditembak saat Hentikan Pencurian
Lifestyle
Golden Globes Bakal Tayang di CBS hingga 5 Tahun ke Depan
Golden Shoes akan disiarkan di CBS dan tersedia di Paramount+ selama lima tahun ke depan.
Soffi Amira - Selasa, 26 Maret 2024
Golden Globes Bakal Tayang di CBS hingga 5 Tahun ke Depan
Lifestyle
Polytron Tawarkan Garansi TV 5 Tahun hingga Layanan Istimewa
Polytron menawarkan garansi TV hingga 5 tahun. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari garansi tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 28 Januari 2024
Polytron Tawarkan Garansi TV 5 Tahun hingga Layanan Istimewa
Fun
LG Luncurkan Televisi Tembus Pandang
LG luncurkan televisi canggih yang tembus pandang.
Andrew Francois - Jumat, 12 Januari 2024
LG Luncurkan Televisi Tembus Pandang
Bagikan