MerahPutih.com - Pergerakan pelanggan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 masih terpantau tinggi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan tingginya mobilitas penumpang harus diimbangi dengan kesadaran menjaga barang pribadi.
Seluruh penumpang kereta saat mudik lebaran kali ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan, baik saat berada di stasiun maupun di atas kereta, menyusul meningkatnya jumlah barang tertinggal dan hilang.
“Di tengah tingginya mobilitas pada masa angkutan Lebaran, pelanggan kami imbau untuk selalu memperhatikan dan menjaga barang bawaannya, terutama barang berharga, agar tidak tertinggal maupun tertukar,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, di Jakarta, Minggu (22/3).
Baca juga:
Transjakarta Catat 6.793 Barang Tertinggal selama 2025, Lebih dari 1.800 Dikembalikan
Lonjakan Barang Hilang dan Temuan
Data KAI menunjukkan, pada Januari 2026 tercatat 2.038 barang temuan di stasiun dan kereta dengan estimasi nilai mencapai Rp 1,4 miliar.
Angka itu melonjak pada Februari 2026 menjadi 3.578 barang dengan estimasi nilai Rp2,8 miliar. Dari jumlah itu, 863 barang merupakan barang berharga seperti telepon genggam, tablet, dan perhiasan.
Layanan Lost and Found KAI
KAI mengungkapkan setiap barang yang ditemukan petugas akan diumumkan melalui pengeras suara. Jika tidak segera diambil, barang itu akan diamankan dan didata secara rinci dalam sistem Lost and Found.
Baca juga:
Barang Tertinggal atau Hilang di Kereta? Jangan Panik, Ikuti Langkah-Langkah Ini
Penumpang kereta yang merasa kehilangan juga dapat segera melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau layanan Lost and Found di stasiun tujuan.
Tak hanya itu, KAI menyediakan Contact Center 121 melalui telepon maupun WhatsApp untuk memudahkan pelanggan mendapatkan bantuan.
“Kami mengutamakan akurasi data dan keamanan barang. Setiap item diperiksa, didata, dan disimpan sesuai prosedur agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya dengan tepat,” tandas Anne. (Knu)