Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta, Anggaran Capai Rp 253,6 Miliar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta, Anggaran Capai Rp 253,6 Miliar

Ilustrasi sekolah. (Foto: DPRD DKI Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menambah jumlah sekolah swasta gratis menjadi 103 sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.

Penambahan ini mengacu pada Pergub Nomor 34 Tahun 2025 tentang Bantuan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Swasta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan pihaknya menggelontorkan anggaran sebesar Rp 253,6 miliar untuk merealisasikan program tersebut.

"Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 253,6 miliar untuk mendukung 103 sekolah swasta yang akan digratiskan," ucap Nahdiana, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, program ini difokuskan untuk memperluas akses pendidikan, terutama di wilayah yang belum terjangkau sekolah negeri.

Nahdiana menegaskan, penentuan sekolah penerima tidak dilakukan secara sembarangan. Pemprov DKI menerapkan sejumlah kriteria ketat agar program tepat sasaran, salah satunya memprioritaskan wilayah dengan keterbatasan fasilitas sekolah negeri.

Baca juga:

Pemprov DKI Tambah Sekolah Swasta Gratis Jadi 103, Mulai Berjalan Juli 2026

Selain faktor lokasi, sekolah calon penerima wajib memenuhi persyaratan administratif, seperti memiliki izin operasional, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), serta konsisten melaporkan data ke sistem pendidikan nasional sesuai kondisi sebenarnya.

Lebih lanjut, sekolah juga harus telah terakreditasi dan tercatat sebagai penerima bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat selama tiga tahun berturut-turut.

"Sekolah harus punya rekam jejak yang jelas, termasuk akreditasi dan penerimaan BOS secara berkelanjutan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, sekolah penerima program diwajibkan menjalankan kegiatan belajar mengajar secara utuh tanpa kelas terputus di setiap jenjang pendidikan.

"Untuk SD harus lengkap dari kelas 1 sampai 6, SMP kelas 7 sampai 9, dan SMA atau SMK kelas 10 sampai 12. Ini penting agar layanan pendidikan berjalan optimal," tegasnya.

Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus mengurangi beban biaya pendidikan bagi masyarakat.

"Ini menjadi salah satu solusi untuk pemerataan akses pendidikan dan meringankan biaya yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian warga," imbuhnya.

Baca juga:

Bocoran 63 Sekolah Swasta di Jakarta yang Bakal Gratis Tahun Ini

Daftar Sekolah Swasta Gratis di Jakarta

Jakarta Barat

SMP: SMP Muhammadiyah 32, SMP Al Inayah, SMP Al Hasanah, SMP Cindera Mata Indah, SMP Garuda, SMP Melania I, SMP Kembangan

SMA/SMK: SMA Lamaholot, SMAS Budi Murni 2, SMAS YP BDN, SMKS Citra Utama, SMKS Maarif Jakarta, SMKS Permata Bunda, SMKS Benteng Gading Jakarta, SMKS Prima Wisata, SMKS Al Hamidiyah, SMKS Kebon Jeruk Jakarta

SLB: SLB B-C Alfiany, SLB C Bina Insan Kamil, SLB B-C Kasih Bunda

Jakarta Pusat

SMP: SMP Triwibawa, SMP Trisula Perwari 2, SMP At-Taqwa, SMP Strada Pelita Pejompongan, SMP Islam Al-Ihsan, SMP Paskalis 1, SMP Islam Meranti, SMP YWPM, SMP PSKD 1, SMP Muhammadiyah 16

SMA/SMK: SMAS At Taqwa Jakarta, SMAS Taman Madya I Jakarta, SMKS YP IPPI Petojo, SMKS At Taqwa Jakarta, SMKS Taman Siswa 2, SMK Katolik Sint Joseph, SMK Al-Ihsan

SLB: SLB BC Harapan Ibu

Jakarta Selatan

SD: SD Bhakti Luhur

SMP: SMP Trisula Perwari I Jakarta, SMP Yayasan Pendidikan Mulia, SMP Teladan, SMP Plus Khadijah Islamic School, SMP Putra Satria, SMP Al Falah, SMP Perguruan Rakyat 02, SMP Islam Terpadu Arrahman, SMP PSKD IV Bulungan, SMP Yapimda Jakarta

SMA/SMK: SMA Plus Khadijah Islamic School, SMKS PGRI 15 Jakarta, SMKS YPK-Kesatuan, SMKS Cyber Media, SMKS Bina Putra Jakarta, SMK Gapura Merah Putih, SMK Jagakarsa

SLB: SLB Khrisna Murti, SLB B-C Sumber Budi, SLB C Bhakti Luhur, SLB Autis Mutiara

Jakarta Timur

SMP: SMP Al Washliyah, SMP Pembangunan, SMP Taman Harapan, SMP Yaspia, SMP Era Pembangunan Umat

SMA/SMK: SMA Budi Mulia Utama, SMA Teladan 1 Jakarta, SMAS Wijaya Kusuma, SMAS Muhammadiyah 12 Jakarta, SMKS Cahaya Sakti Jakarta, SMKS Laboratorium Jakarta, SMKS Bina Medika Jakarta, SMKS Cipta Karya Jakarta, SMK Bina Nusa Mandiri, SMK PGRI 16 Jakarta

SLB: SLB A & A+ Elsafan, SLB C Sinar Kasih, SLB Karya Mulya, SLB B-C Bina Karya Insani, SLB BC Abdi Pratama, SLB C Surya Wiyata, SLB C Frobel Montessori, SLB B-C As-Syafiiyah

Jakarta Utara

SD: SDS Bina Pusaka

SMP: SMP Jayakarta, SMP Darul Maarif, SMP Sejahtera, SMP Yakpii DKI Jaya, SMP Plus Al-Fudhola, SMP Tugu Bhakti, SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, SMP Sari Putra, SMP Fatahilah Jaya

SMA/SMK: SMAS Gita Kirti 2, SMAS Katolik Diakonia Jakarta, SMAS Bunga Hati Bangsa, SMAS Al Khairiyah Jakarta, SMKS Raudhatul Jannatunnaim, SMKS Al-Khairiyah Bahari, SMKS Sari Putra, SMKS Fajar Indah, SMK Al-Muttaqin

SLB: SLB B-C Cahaya Jaya

(Asp)

#Sekolah Swasta Gratis #Sekolah Swasta #DKI Jakarta #Sekolah Gratis #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan apabila proses belajar-mengajar tetap berlangsung di ruang yang rusak.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
28 Siswa TK di Solo Belajar di Ruang Kelas Rawan Roboh, Pemkot Gelontorkan Rp 150 Juta
Indonesia
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Tak pernah mempersoalkan latar belakang partai politik anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut serta turun ke warga saat menjalankan tugas.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Indonesia
5 Tersangka Peredaran Obat Keras Ilegal di Tanah Abang Dijerat UU Kesehatan, Polisi Sita Duit Rp 140 Juta
Polisi juga menyita barang bukti berupa 575.200 butir obat keras daftar G yang terdiri atas Tramadol, Trihexyphenidyl, Hexymer, serta tablet putih berlogo 'Y'.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
5 Tersangka Peredaran Obat Keras Ilegal di Tanah Abang Dijerat UU Kesehatan, Polisi Sita Duit Rp 140 Juta
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Para lulusan terbaik IPDN berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak buruh, petani hingga putra anggota TNI berpangkat bintara.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Career Fest di GOR Ciracas Hari ini, Buka 2.000 Lowongan Pekerjaan
Sebanyak 37 perusahaan ambil bagian dalam bursa lowongan kerja yang berlangsung hingga Rabu (29/7) ini.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Pemprov DKI Gelar Career Fest di GOR Ciracas Hari ini, Buka 2.000 Lowongan Pekerjaan
Indonesia
Biro Dikmental DKI Ajukan Anggaran 2027 Rp 362,3 Miliar, 29 Ormas Kebagian Hibah
Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan anggaran 2026 yang senilai Rp 351,5 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Biro Dikmental DKI Ajukan Anggaran 2027 Rp 362,3 Miliar, 29 Ormas Kebagian Hibah
Indonesia
Gubernur Pramono Bertemu Seskab Teddy, Bahas Penguatan Pengembangan MRT hingga LRT
Momen tersebut menjadi istimewa mengingat Pramono Anung pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia pada periode 2015-2024.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Gubernur Pramono Bertemu Seskab Teddy, Bahas Penguatan Pengembangan MRT hingga LRT
Indonesia
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Bagikan