Pemkot Yogyakarta Liburkan PKL Malioboro

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 07 September 2020
Pemkot Yogyakarta Liburkan PKL Malioboro

Suasana lesehan Malioboro di malam hari. Foto: MP/Teresa Ika

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Yogyakarta meliburkan sebagian pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Tindakan ini dilakukan usai seorang pedagang meninggal dunia akibat positif COVID-19.

Ketua gugus tugas COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan, pihaknya sudah meminta delapan PKL yang kontak langaung untuk meliburkan diri dan isolasi mandiri selama 2 minggu ke depan.

Baca Juga

Bareskrim Bongkar Kejahatan Pembelian Ventilator Jaringan Internasional

"Semuanya diliburkan sejak Sabtu (5/9) pagi karena berjualan dekat dengan pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19,” kata Heroe di Yogyakarta, Senin (7/9).

Heroe menjelaskan PKL yang meninggal dunia ini berada di zona 3 Kawasan Malioboro sebelah barat yakni didekat Pasar Beringharjo. Berdasarkan laporan yang ia terima, sang pedagang mulai merasakan gejala demam, lemas, hingga batuk sekitar tanggal 27-28 Agustus.

Suasana lesehan Malioboro di malam hari.
Suasana lesehan Malioboro di malam hari. Foto: MP/Teresa Ika

Keluarga membawanya ke rumah sakit untuk melakukan rapid test pada 2 September. Hasilnya reaktif. Disusul hasil SWAB yang keluar tanggal 4 September juga positif.

"Sore harinya,tanggal 4 September dia meninggal dunia dan langsung dikubur," jelas pria yang juga menjabat sebagai wakil walikota Yogyakarta.

Selain meliburkan para PKL, pihaknya juga langsung melakukan tracing pada keluarga, pedagang dan semua pihak yang kontak langsung dengan pasien.

Hingga saat ini, total warga yang masuk dalam tracing berjumlah 19 orang, terdiri dari 7 orang anggota keluarga dan 12 pedagang yang bersebelahan.

"Kami sudah mewajibkan seluruh warga kontak erat dengan pedagang kaki lima yang meninggal dunia tersebut untuk isolasi mandiri. Juga PKl yang sudah lanjut usia supaya libur berdagang dulu,"kata dia.

Pemkot juga berencana melakukan tracing pada pengunjung Malioboro yang masuk ke zona 3 seminggu sebelum tanggal 27 September 2020. Namun, pihaknya masih memilah-milah pihak-pihak yang diprioritaskan melakukan rapid test.

Suasana lesehan Malioboro di malam hari.
Suasana lesehan Malioboro di malam hari. Foto: MP/Teresa Ika

Berdasarkan data dari hasil pemindaian QR Code yang diwajibkan bagi seluruh wisatawan di Malioboro, diketahui pada rentang waktu 18-27 Agustus, sebanyak 30.116 wisatawan. 3.698 orang di antaranya masuk ke Zona 3.

Baca Juga

Puluhan Karyawan Positif COVID-19, Menkominfo Kerja di Rumah

Walau ada satu PKL yang positif, Heroe menegaskan kawasan Malioboro masih terbuka untuk dikunjungi. Ia mewanti-wanti seluruh PKL dan pengunjung untuk wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga kebersihan.

Pemkot melalui petugas keamanan tidak akan segan melarang dan mengusir siapapun yang tidak menggunakan masker. (Teresa Ika/Yogyakarta)

#Yogyakarta #Malioboro
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Lagu ini menegaskan filosofi 'Takhta untuk Rakyat'.
Dwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Bagikan