MerahPutih.com - Mundurnya pelaksanaan Piala Dunia U-20 membuat Pemkot Solo, Jawa Tengah, terpaksa harus mengeluarkan biaya besar untuk perawatan 4 lapangan latihan pemain dan venue Piala Dunia Stadion Manahan.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, dari ada keuntungan dan kerugian yang dirasakan Pemkot Solo setelah FIFA menunda pelaksanaan Piala Dunia U-20 dua tahun ke depan.
Baca Juga
Piala Dunia U-20 Ditunda, FX Rudy Pastikan Renovasi Stadion dan Tempat Latihan Tetap Lanjut
Kerugian akibat pelaksanaan Piala Dunia U-20 diundur, Pemkot harus menanggung perawatan 4 lapangan latihan pemain dan Stadion Manahan selama dua tahun.
"Perawatan lapangan latihan dan Stadion Manahan selama dua tahun anggarannya tidak sedikit. Terutama rumput lapangan yang standar FIFA belinya mahal," kata Rudy di Solo, Senin (28/12).
Rudy mengemukakan anggaran perawatan yang besar dapat menguras dana APBD Pemkot Solo. Ia pun berharap pemerintah juga mengucurkan dana perawatan selama dua tahun setelah renovasi nanti rampung.
"Untuk saat ini pemerintah hanya mengucurkan dana perawatan lapangan latihan dan Stadion Manahan saja. Dana perawatan tidak ada," tutur dia.
Rudy mengatakan, meski akan digunakan untuk Piala Dunia, kelima lapangan pendamping tersebut masih bisa digunakan untuk masyarakat umum. Namun, untuk pemanfaatannya harus diatur supaya rumputnya tidak rusak
"Masyarakat umum nanti masih bisa memanfaatkan lapangan latihan selama dua tahun. Kalau lapangan tidak dipakai takutnya malah mangkrak rusak," katanya.
Rudy menambahkan keuntungan Piala Dunia diundur tim nasional (Timnas) punya banyak waktu mempersiapkan diri membentuk pemain kuat. Dengan pemain yang bagus Indonesia bisa mengukir sejarah di baik di Piala Dunia U-20.
"Kesempatan menjadi ruan rumah jangan disia-siakan. Tidak semua negara bisa menjadi tuan rumah sehingga Timnas Indonesia harus bisa meraih sukses di Piala Dunia U-20," pungkasnya.
Diketahui, Kemen PUPR mengucurkan dana Rp78,8 miliar untuk memperbaiki lampu Stadion Manahan dari 1.500 LUX menjadi 2.400 LUX. Dana sebesar itu juga diperuntukan memperbaiki keempat lapangan latihan pemain negara peserta Piala Dunia U-20.
Keempat lapangan tersebut, yakni Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Lapangan Sriwaru, dan Lapangan Banyuanyar. Perbaikan menyesuaikan standar FIFA. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga

