Pemindahan Ibu Kota Berdekatan dengan Rusuh Papua, Pengamat: Kebetulan Saja

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 29 Agustus 2019
Pemindahan Ibu Kota Berdekatan dengan Rusuh Papua, Pengamat: Kebetulan Saja

Peta Kabupaten Penajam Paser Utara. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai, pengumuman pemindahan ibukota negara sama sekali tidak ada kaitannya dengan konflik yang terjadi di Papua atau yang di Surabaya. Karena, wacana pemindahan ibukota sudah jauh-jauh hari sebelumnya sudah direncanakan.

"Bahwa kemudian dua peristiwa terjadi pada saat yang bersamaan adalah sebuah kebetulan saja. Bukan karena ingin menutup pemberitaan terhadap kasus di Papua. Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada pengalihan isu," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (29/8)

Baca Juga:

BMKG Pastikan Kalimantan Timur Khususnya Lokasi Ibu Kota Minim Ancaman Tsunami

Menteri PUPR: Ibu Kota Baru Berkonsep City of the Forest

Direktur Indo Polling Network ini menambahkan, dampak pemindahan ibukota negara bagi Jokowi tentu tidak mudah. Pasti akan ada tantangan bagi ASN yang masih kekeuh tetap di Jakarta. Bahkan dari mayoirtas ASN masih ingin tinggal di Jakarta.

"Artinya, Jokowi harus bisa meyakinkan perangkat ASN bahwa pemindahan ibukota negara adalah sebuah kebutuhan mendesak bagi kemajuan bangsa Indonesia. Selain itu, sumpah jabatan ASN sudah jelas bahwa mereka siap untuk ditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Artinya tidak ada alasan bagi ASN untuk menolak berpindah ketika ibukota negara dipindah," terang Wempy.

Gagasan, rencana dan kriteria desain ibu kota negara (Bahan Paparan Kementerian PUPR)

Secara umum, Jokowi mendapatkan dukungan dari mayoritas publik yang menginignkan adanya pemerataa pembangunan nasional. Dengan demikian, janji konsititusi kita terpenuhi yakni mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Sebab dengan pindahnya ibukota negara bisa menimbulkan dampak ekonomi dan sosial bagi wilayah di ibukota baru tersebut. Sejauh ini tidak aksi penolakan terhadap pemindahan ibukota negara. Ini menunjukan bahwa publik mendukung langkah yang dilakukan presiden Jokowi.

"Selain itu, juga diperkuat dengan fakta empiris dimana Jakarta sudah terlalu banyak persoalan yang muncul, mulai dari masalah sosial, lingkungan, kemacetan lalu lintas serta masalah tata kota yang sulit untuk ditata lagi," jelas Wempy.

Baca Juga:

Kuasai 99 Persen Kutai Energi, Luhut Bilang Pindah Ibu Kota Momentum Tertibkan Tambang Ilegal

Podomoro Langsung Jualan Properti Ibu Kota Baru, Pengamat: Lahan Kaltim Dikuasai Pemain Besar

Wempy beranggapan, tujuan Jokowi mengumumkan pemindahan ibukota saat ini adalah agar pada saat memasuki periode yang kedua bisa langsung melakukan persiapan pembangunan infrastruktur bagi ibukota negara yang baru. Persiapan untuk pemindahan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Oleh sebab itu, Jokowi mengumumkan sedari awal agar semua pihak sudah bisa melakukan persiapan menuju ibukota negara yang baru," pungkas Wempy. (Knu)

#Pemindahan Ibu Kota #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan