MerahPutih.com - Pemerintah mengklaim sedang menyiapkan skenario terperinci terkait penanganan endemi COVID-19 di Tanah Air. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
"Pemerintah sedang menyiapkan skenarionya secara lebih detail untuk menghadapi masa endemi," kata Wapres usai meninjau Sentra Vaksinasi COVID-19 di Kampus UI Salemba Jakarta, Selasa (7/9).
Wapres mengatakan pemerintah memprediksi COVID-19 tidak akan lenyap dengan cepat sampai ada penemuan obat yang mujarab untuk penyakit akibat virus tersebut.
Baca Juga:
Kasus COVID-19 Turun, Warga Diminta tidak Euforia dan Tetap Waspada
Untuk dapat mengakhiri masa pandemi secara bertahap dan menuju endemi, pemerintah akan tetap menerapkan protokol kesehatan dan mempercepat vaksinasi COVID-19.
"Kita akan terus menerapkan protokol kesehatan dan terus melakukan vaksinasi. Begitu juga kalau yang sudah dua kali (divaksin), kita akan berikan booster-nya dan memang sementara yang akan diberikan itu adalah tenaga kesehatan," jelasnya.
Ia menegaskan, pemberian dosis tambahan vaksin COVID-19 atau booster merupakan salah satu strategi yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan level pandemi ke endemi.
Sejumlah negara, ujar Wapres, mulai mempertimbangkan untuk menyuntikkan booster kepada masyarakat guna meningkatkan daya tahan atau imun tubuh terhadap COVID-19.
"Secara lebih detail itu memang sedang disiapkan skenarionya seperti apa, yang pasti penerapan protokol kesehatan ketat dan vaksinasi akan berlanjut sampai tiga kali dosis atau booster, ini yang sekarang dilakukan pemerintah," ujarnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito optimistis Indonesia akan mampu mengubah kondisi pandemi/wabah di mana-mana menjadi endemi atau penyakit yang muncul di suatu daerah atau wilayah seiring terkendalinya kasus COVID-19 nasional.
"Ingat, untuk mengubah kondisi pandemi menjadi endemi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Namun bukan tidak mungkin jika Indonesia sebagai bangsa besar mampu mempertahankan kondisi yang cukup terkendali," ujar Wiku.
Ia mengatakan, dengan modal perkembangan kasus COVID-19 di dalam negeri yang semakin membaik, maka target besar Indonesia adalah mempertahankan kondisi kasus yang cukup terkendali.
Dikemukakan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu pertama, peningkatan kapasitas publik jangka panjang.
"Termasuk pemberdayaan pemerintah daerah untuk mampu mengidentifikasi secara mandiri sesuai kondisi terkini di wilayah masing-masing," katanya.
Kedua, menentukan dasar pembangunan jangka panjang, termasuk peningkatan ketahanan kesehatan masyarakat. Ketiga, melakukan evaluasi kebijakan nasional dan sistem pengendalian yang lebih efisien secara berkala. Misalnya, pembaruan poin pengetat pelonggaran dan digitalisasi skrining kesehatan.
Keempat, melanjutkan vaksinasi COVID-19 maupun vaksinasi penyakit esensial lainnya. Kelima, investasi jangka panjang untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat secara berkelanjutan. Dan keenam, pelaksanaan kegiatan ekonomi yang produktif namun tetap terkendali. (Knu)
Baca Juga:
Angka Kesembuhan Dua Kali Lipat Penambahan Kasus COVID-19 Nasional