Pemerintah Kurangi Pembangunan Pembangkit Listrik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 14 Januari 2021
Pemerintah Kurangi Pembangunan Pembangkit Listrik

Listrik PLN. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah akan mengurangi kapasitas pembangkit listrik yang akan dibangun dalam 10 tahun ke depan. Pemerintah lebih realistis pada proyek-proyek yang bisa dijalankan di masa mendatang, termasuk asumsi pertumbuhan pertumbuhan listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, pemerintah tengah membahas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2021-2030 di mana ada pengurangan kapasitas pembangkit listrik yang dibangun sekitar 15,5 Giga Watt (GW).

Baca Juga:

Melemah, Kebijakan EBT Jokowi Butuh Dukungan Kuat ESDM

"Turunnya dari RUPTL periode lalu dengan (draf) RUPTL yang dievaluasi itu 15,5 GW, ada beberapa bagian yang program 35 GW (pembangkit 35 ribu WM)," katanya Rida, dikutip Antara.

Rida menjelaskan, sejak akhir Desember 2020, pihaknya telah disodori draf RUPTL 2021-2030 oleh PT PLN (Persero). Dari draf setebal 841 halaman, Kementerian ESDM telah melakukan diskusi dan klarifikasi dengan PLN dan melaporkannya secara berkala kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Ia mengakui, pandemi COVID-19 cukup banyak mempengaruhi proyek pembangunan pembangkit listrik yang ada dalam RUPTL. Dampaknya bervariasi mulai dari pergeseran Commercial Operation Date (COD), penggantian dengan proyek lain seperti transmisi hingga relokasi proyek.

Dalam RUPTL 2021-2030, pemerintah menargetkan pertumbuhan listrik hanya di kisaran 4,9 persen, turun jauh dibandingkan target pertumbuhan listrik dalam RUPTL periode sebelumnya yang dipatok di angka 6,4 persen.

"Turun proyeksinya. Lihat pemulihan ekonomi seperti apa, karena no body knows kapan COVID-19 berakhir, maka kemudian sepakat ambil sikap moderat pertumbuhan listrik 4,9 persen dari awalnya 6,4 persen," katanya.

Pembangkit Listrik.
Pembangkit listrik. (Foto: ESDM).

Meski ada pengurangan tambahan kapasitas pembangkit listrik, termasuk di pembangkit listrik energi baru terbarukan, komitmen pemerintah atas Perjanjian Paris di mana Indonesia akan menekan emisi karbon dan mengejar bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

Ia menegaskan, akan segera melaporkan dan hasil pembahasan dan finalisasi draf tersebut bakal rampung pada akhir bulan ini.

"Setelah dibahas dengan Menteri ESDM, draf tersebut nantinya akan dikembalikan kepada PLN untuk diperbaiki sesuai arahan Menteri ESDM," ujarnya. (*)

Baca Juga:

Tepis Isu Kenaikan Tarif Listrik, ESDM: TTL Kita Murah Dibandingkan Negara-Negara ASEAN

#PLN #Tarif Listrik #ESDM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Indonesia
Buntut Pemadaman di Batam, Pemerintah Evaluasi Rencana Cadangan PLN Saat Blackout
nantara akan melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan jajaran PLN untuk menyusun usulan transformasi yang akan disampaikan kepada Presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Buntut Pemadaman di Batam, Pemerintah Evaluasi Rencana Cadangan PLN Saat Blackout
Indonesia
Rekam Jejak Suroso Isnandar, Mantan Teknisi Listrik yang Kini Jadi Bos PLN
Penunjukan Suroso Isnandar membawa angin segar bagi industri ketenagalistrikan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Rekam Jejak Suroso Isnandar, Mantan Teknisi Listrik yang Kini Jadi Bos PLN
Indonesia
Profil Suroso Isnandar, Direktur Utama Baru PLN yang Bergelar Doktor ITB
Suroso Isnandar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo. Berikut profilnya.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
Profil Suroso Isnandar, Direktur Utama Baru PLN yang Bergelar Doktor ITB
Indonesia
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Suroso Isnandar kini menjadi Dirut baru PLN. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang dicopot dari jabatannya, Rabu (14/10).
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Indonesia
Apa Penyebab Blackout di Batam? Bahlil Singgung Petir dan Gangguan Teknis
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkap penyebab blackout di Batam. Ia menyinggung gangguan petir hingga teknis.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Apa Penyebab Blackout di Batam? Bahlil Singgung Petir dan Gangguan Teknis
Indonesia
PLN Batam Bantah Isu Blackout Sengaja Direncanakan 3 Hari, Listrik Dijatah 6 Jam
PT PLN Batam pastikan isu pemadaman listrik terencana 3 hari dan nyala 6 jam adalah hoaks. Simak klarifikasi resmi dan imbauan kanal resminya!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
PLN Batam Bantah Isu Blackout Sengaja Direncanakan 3 Hari, Listrik Dijatah 6 Jam
Indonesia
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Ada Ketidakpastian Suplai, Harga Minyak Indonesia Melonjak ke USD 112,81 dari USD 89,43
Indonesia
Batam Alami Pemadaman Listrik, Menteri ESDM: Nanti Saya Cek
Manajer Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama mengatakan bahwa prioritas utama PLN Batam yakni melakukan pemulihan sistem terlebih dahulu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Batam Alami Pemadaman Listrik, Menteri ESDM: Nanti Saya Cek
Indonesia
Batam Blackout, Bandara Internasional Hang Nadim Gelap Gulita Saat Jam Sibuk
Pemadaman listrik massal alias Batam blackout melumpuhkan Bandara Hang Nadim dan area Kepri sejak pukul 06.30 WIB. Cek situasi terkini dan penyebabnya!
Wisnu Cipto - Senin, 12 Oktober 2026
Batam Blackout, Bandara Internasional Hang Nadim Gelap Gulita Saat Jam Sibuk
Bagikan