MerahPutih.com - Tren deflasi telah terjadi sejak Mei 2024 dan terus berlanjut hingga September. Catatan deflasi September 2024, secara historis, menjadi deflasi terdalam bila dibandingkan bulan yang sama dalam lima tahun terakhir.
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengklaim kondisi bisnis UMKM masih memuaskan di tengah deflasi lima bulan berturut-turut yang dinilai menjadi tanda penurunan daya beli masyarakat.
"Kalau yang saya tanya ke beberapa asosiasi sih masih oke lah. Maksudnya masih memuaskan," kata Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim di Yogyakarta, Jumat (11/10).
Ia memaparkan, mengantisipasi dampak deflasi berlanjut, pihak diminta turut menjaga agar permintaan terhadap produk UMKM di Tanah Air tetap stabil.
Baca juga:
Deflasi Berturut Turut Akibat Daya Beli Turun dan Pengangguran Melonjak
"Kami dari sisi Kementerian Koperasi dan UKM mendorong supaya 'demand' terhadap pelaku-pelaku usaha mikro, kecil, menengah itu tidak turun," ujar dia.
Arif berharap, para pelaku UMKM mampu meningkatkan jangkauan akses pemasaran serta memperbaiki kualitas masing-masing produk yang dijual.
"Kemenkop UKM, terus mendorong peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan," katanya.
Program pendampingan yang difasilitasi Kemenkop UKM rata-rata berlangsung selama tiga tahun dengan memilah UMKM yang berpotensi besar berkembang.
"Di era yang sekarang ini memang lebih mendorong ke arah pendampingan, jadi bukan hanya pelatihan yang sesaat. Terus didampingi sampai mereka bisa mandiri," ujarnya.