Pemerintah Diminta Usut Tuntas Tindakan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa Papua

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 06 September 2019
Pemerintah Diminta Usut Tuntas Tindakan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa Papua

Sejumlah Mahasiswa mengatasnamakan Garda Mahasiswa Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka (ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sejumlah Mahasiswa mengatasnamakan Garda Mahasiswa Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

Dalam aksinya, mereka mendesak agar kasus pelanggaran rasial terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya dapat ditindak dengan tegas.

Baca Juga:

Diduga Sebagai Aktor Kerusuhan Papua, Pemerintah Bakal Kejar Benny Wenda

"Mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas tindakan diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Makassar," kata Koordinator Lapangan Garda Mahasiswa Tanah Air, Ferdio di Jakarta Pusat, Jumat (6/9).

Selain itu, mereka juga mendesak agar pemerintah menindak pihak yang dianggap menjadi aktor intelektual dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Karena menurutnya, tindakan rasisme, provokasi dan kerusuhan yang terjadi sangat disesalkan karena terjadi di bulan Agustus, bulan yang penuh rasa perjuangan dan patriot karena di bulan Agustus merupakan bulan perayaan Kemerdekaan Negara Indonesia.

Bagi mereka, sejak kemerdekaan Indonesia, hingga saat ini, Papua merupakan bagian daripada Republik Indonesia, sudah seharusnya tidak ada lagi perbedaan, tidak ada lagi diskriminasi, tidak ada lagi perbedaan dalam setiap bidang kehidupan masyarakat.

"Mendorong Pemerintah Indonesia untuk menindak tegas dalang kerusuhan di Tanah Papua," tegasnya.

Benny Wenda
Warga Papua turun ke jalan untuk demonstrasi. (Foto: ANTARA)

Selain itu, Ferdio juga menyampaikan bahwa pihaknya menduga ada keterlibatan oknum atau pihak dari negara asing yang ikut menjadi pelopor kerusuhan di Papua. Maka dari itu, mereka meminta agar negara segara mengambil sikap untuk mengusut pihak-pihak asing tersebut.

"Mendorong Pemerintah Indonesia mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak Negara lain dalam kerusuhan di Tanah Papua, dan mendorong Pemerintah Indonesia untuk menolak intervensi dari Negara lain dalam penyelesaian persoalan di Tanah Papua," imbuhnya.

Lebih lanjut, mereka mengimbau dan meminta dengan tegas agar pemerintah mengupayakan situasi aman dan kondusif kembali terhadap kondisi Papua, sehingga masyarakat di tanah Cendrawasih itu bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

"Mendorong Pemerintah Indonesia untuk menciptakan situasi aman dan damai di Tanah Papua," tandasnya.

Baca Juga

Kemenlu Sebut Benny Wenda Tidak Pantas Terima Penghargaan Terkait Perdamaian

Terakhir, Garda Mahasiswa Tanah Air juga meminta agar seluruh stakeholder untuk berupaya terlibat aktif dalam meredakan suasana di Papua dan Papua Barat.

"Kami dari Garda Mahasiswa Tanah Air mendorong Presiden RI, Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat serta para Kepala Daerah di Papua untuk melakukan dialog dan mendengar aspirasi dari masyarakat serta aparat keamanan harus ada upaya-upaya preventif sehingga tidak ada lagi aksi kerusuhan lebih lanjut," tutup Ferdio. (*)

#Pendemo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Kendaraan polisi tersebut tengah melaju sebelum tiba-tiba diserang sekelompok orang di lokasi kejadian. Para pelaku diduga melempari kendaraan dengan batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Indonesia
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 60 petugas untuk membantu mengatur lalu lintas selama aksi unjuk rasa di enam kawasan Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Indonesia
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Di kota di bagian utara Italia itu, lebih dari 300 orang ditahan polisi dan hampir 50 di antaranya ditangkap
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Indonesia
Amankan Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 9500 Aparat Dikerahkan ke Jalan ​
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi universitas lain dan koalisi masyarakat sipil berencana menggelar demonstrasi pada Selasa (20/10/2026).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Amankan Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 9500 Aparat Dikerahkan ke Jalan ​
Indonesia
Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Polisi Bakal Lakukan Penyekatan Lalu Lintas
Petugas tidak sekadar melakukan penyekatan lalu lintas, melainkan peningkatan patroli dan pengamanan ketat di titik-titik vital mobilitas masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Polisi Bakal Lakukan Penyekatan Lalu Lintas
Indonesia
Polresta Tangerang Jaga Ketat Stasiun dan Tol Cegah Pelajar Ikut Demo 20 Oktober Bareng BEM UI
Cari tahu info terkini pengamanan Polresta Tangerang jelang demo 20 Oktober 2026 di Jakarta. Polisi jaga ketat stasiun dan tol demi cegah pelajar ikut aksi turun ke jalan!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Oktober 2026
Polresta Tangerang Jaga Ketat Stasiun dan Tol Cegah Pelajar Ikut Demo 20 Oktober Bareng BEM UI
Indonesia
3 Tersangka Pengeroyokan Pedagang Cermin Saat Kerusuhan Pejompongan Diancam 12 Tahun Penjara
Bambang Setiawan merupakan pedagang cermin yang menjadi korban dalam kerusuhan di kawasan Pejompongan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 dan akhirnya meninggal dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
3 Tersangka Pengeroyokan Pedagang Cermin Saat Kerusuhan Pejompongan Diancam 12 Tahun Penjara
Indonesia
Polisi Telusuri Badan Hukum Pemberi Dana Kerusuhaan di Pejompongan Tewaskan Pedagang Cermin
Polisi kini mendalami pihak yang berada di balik permintaan pengerahan massa sekaligus menyiapkan pendanaan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Polisi Telusuri Badan Hukum Pemberi Dana Kerusuhaan di Pejompongan Tewaskan Pedagang Cermin
Indonesia
Pelajar Tertangkap Saat Demo Dimasukan Barak, Ikuti Program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia
Program bela negara tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Polda Metro Jaya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Pelajar Tertangkap Saat Demo Dimasukan Barak, Ikuti Program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia
Indonesia
Warga Pejompongan Meninggal di Aksi 27 Agustus 2026, Polisi Wajib Usut Pengeroyok
BS (59), seorang pedagang cermin, meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di kawasan Pejompongan saat terjadi kericuhan pada Kamis (27/8) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Warga Pejompongan Meninggal di Aksi 27 Agustus 2026, Polisi Wajib Usut Pengeroyok
Bagikan