Merahputih.com - Pemerintah didorong mempercepat pembenahan transportasi publik sebagai langkah strategis menekan konsumsi BBM demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Upaya ini muncul sebagai respons atas pentingnya menyediakan alternatif mobilitas yang efisien bagi masyarakat luas di tengah tantangan subsidi energi.
Apresiasi Harga BBM Tetap
Hamka memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM per 1 April 2026. Langkah tersebut dianggap efektif dalam menjaga daya beli masyarakat dan menahan laju inflasi di sektor transportasi.
Baca juga:
Kementerian ESDM Diminta Tetapkan Kriteria Tegas Penerima BBM Subsidi
"Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM patut diapresiasi karena dapat membantu menjaga daya beli masyarakat," ujar Hamka dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Namun, Hamka menegaskan bahwa pengendalian konsumsi bahan bakar tidak boleh hanya mengandalkan kebijakan harga. Pemerintah wajib mengiringi kebijakan tersebut dengan perbaikan sistem transportasi massal secara menyeluruh agar ketergantungan pada kendaraan pribadi menurun drastis.
Solusi Integrasi Antarmoda
Tingginya konsumsi energi saat ini berakar pada dominasi penggunaan kendaraan pribadi akibat keterbatasan layanan umum. Hamka mendesak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan evaluasi komprehensif, mulai dari infrastruktur hingga ketepatan waktu layanan.
"Kalau kita ingin menekan konsumsi BBM, maka transportasi publik harus dibenahi secara serius. Masyarakat perlu diberikan alternatif yang layak selain kendaraan pribadi," tegasnya.
Baca juga:
Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Pemerintah Dorong Hemat Energi
Politisi tersebut juga menekankan bahwa kunci utama perpindahan gaya hidup masyarakat terletak pada integrasi antarmoda. Jika sistem transportasi saling terhubung dengan baik, efisiensi mobilitas akan tercipta secara alami tanpa perlu paksaan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi syarat mutlak agar pengelolaan transportasi publik berjalan berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

