Pemerintah Diimbau Sediakan Infrastruktur Darurat Korban Gempa Cianjur

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 25 November 2022
Pemerintah Diimbau Sediakan Infrastruktur Darurat Korban Gempa Cianjur

Politisi Partai NasDem Okky Asokawaati (Foto: MP/Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPP Partai NasDem Okky Asokawati mengatakan pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur darurat dalam penanganan korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, saat ini.

“Satu hal yang patut menjadi perhatian agar pemerintah menyediakan fasilitas infrastruktur darurat, khususnya bagi warga pengungsi di masa tanggap darurat seperti saat ini,” kata Okky dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca Juga:

Pemprov Sumbar Kirim 1,3 Ton Paket Rendang untuk Korban Gempa Cianjur

Okky mengatakan bahwa fasilitas infrastruktur darurat seperti sarana mandi, cuci dan kakus (MCK), perlu disiapkan agar hak dasar para pengungsi tetap terlayani dengan baik.

“Infrastruktur darurat ini juga erat kaitannya dengan kesehatan warga khususnya bagi anak, ibu dan kelompok rentan lainnya,” katanya.

Ia menyebut infrastruktur darurat lainnya yang perlu disiapkan pemerintah ialah tenda khusus yang difungsikan untuk pemulihan trauma bagi anak-anak terdampak gempa Cianjur.

“Menghilangkan trauma dengan cara bermain bagi anak-anak penting dilakukan, dengan melibatkan mahasiswa psikologi di perguruan tinggi di Jawa Barat,” tuturnya.

Baca Juga:

Anjing Pelacak Temukan Jenazah Ibu dan Anak Tengah Berpelukan di Lokasi Gempa

Di samping penanganan tanggap darurat bencana saat ini, ia mengatakan pemerintah perlu memperhatikan pula pemulihan infrastruktur publik di Cianjur yang tahan dengan gempa ke depannya.

“Mengingat Indonesia khususnya di pulau Jawa, masuk kategori ring of fire. Karena itu dibutuhkan pemulihan infrastruktur yang tahan dengan gempa,” ujarnya.

Disebutkan, Partai NasDem telah mendirikan dapur umum, serta menerjunkan Badan Reaksi Cepat (Baret) Garda Pemuda NasDem, maupun dokter dan tim konseling guna membantu para penyintas gempa Cianjur.

Berdasarkan data dari BNPB hingga hari Kamis (24/11/2022) sore tercatat korban meninggal bertambah menjadi 272 orang. Dari 272 korban tersebut, 165 jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara, 107 jenazah lainnya masih terus dicari identitasnya. (*)

Baca Juga:

Polisi Kerahkan Anjing Pelacak K9 Cari Korban Hilang Akibat Gempa di Cianjur

#BNPB #Partai Nasdem #Cianjur #Gempa
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Saat ini menjabat sebagai Managing Editor di Merah Putih Media, dengan rekam jejak kontribusi di The Straits Times, Indozone, dan Koran Sindo, serta pengalaman strategis di Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan DPRD DKI Jakarta. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
BNPB melaporkan enam korban longsor Cisarua Bandung belum ditemukan. Pencarian korban sudah memasuki hari kedelapan.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
Indonesia
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
BNPB juga meminya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, khususnya bantaran sungai dan pesisir, untuk rutin memantau kondisi lingkungan,
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
Masyarakat akan dipindahkan ke hunian sementara atau diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga per bulan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
Indonesia
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan berpeluang diguyur hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Frengky Aruan - Senin, 26 Januari 2026
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Tim SAR gabungan menyebut telah mengevakuasi 29 jenazah korban longsor Cisarua dan menyerahkannya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Indonesia
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
BNPB menggelar operasi modifikasi cuaca di Jabodetabek. Hal ini mendapat arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
BMKG informasikan gempa ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Januari 2026
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Indonesia
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
BNPB juga terus melakukan validasi lahan dan penetapan zona aman
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Indonesia
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Jumlah korban bencana Sumatra menembus 1.189 orang. 195 ribu jiwa masih bertahan hidup di tenda pengungsian.
Soffi Amira - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Bagikan