Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan

Situasi proses evakuasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). (ANTARA/HO Pemprov Jabar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana tanah longsor di Cisarua.

Sampai hari kedelapan pencarian, sebagian besar korban telah berhasil ditemukan, sementara enam korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).

“Izin melaporkan kejadian terakhir tanah longsor yang terjadi di Cisarua. Alhamdulillah ini hari kedelapan, jadi sebagian besar korban sudah ditemukan,” kata Suharyanto.

Baca juga:

Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung

Ia mengungkapkan, enam korban yang masih belum ditemukan terdiri dari warga sipil dan satu di antaranya merupakan personel dari instansi militer. Seluruh korban tersebut diduga masih tertimbun material longsor.

“Yang masih kami cari adalah enam jiwa, ini termasuk personel dari instansi militer,” ujarnya.

Suharyanto menilai, proses pencarian korban longsor di Cisarua berjalan relatif cepat jika dibandingkan dengan penanganan bencana serupa di daerah lain.

Ia memberikan contoh, longsor di Banjarnegara dan Cilacap, yang jumlah korbannya lebih sedikit namun membutuhkan waktu pencarian lebih lama.

Baca juga:

48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara

“Ini termasuk cukup cepat karena dibandingkan dengan longsor di Banjarnegara dan Cilacap, jumlah korbannya lebih sedikit, tapi di Cisarua kami bisa mendapatkan lebih banyak korban,” jelasnya.

Sampai kini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih terus melakukan pencarian dengan metode manual dan alat berat, menyesuaikan dengan kondisi medan dan cuaca.

Ia memastikan, pencarian enam korban tersisa akan terus dioptimalkan dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan. BNPB juga berharap seluruh korban dapat segera ditemukan.

“Mudah-mudahan enam korban lagi ini bisa kami temukan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tutupnya. (Pon)

#Korban Longsor #BNPB #Longsor #Korban Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
BNPB merencanakan operasi water bombing karhutla pada 18 September 2026 di enam provinsi Sumatra dan Kalimantan. Simak daftar lokasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Wisata Bromo tutup total gara-gara kebakaran hutan (karhutla) Jatim yang masih berlanjut. Cek update kondisi terkini titik api di Bromo, Semeru, dan Argopuro di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Indonesia
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Inspeksi maraton mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Cilegon dengan mengacu pada indikator standar internasional Tsunami Ready.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Indonesia
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Pemerintah memastikan anggaran penanganan bencana dapat ditambah sesuai kebutuhan. BNPB saat ini memiliki dana hampir Rp 1 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Bagikan